Pembalakan Hutan Morowali, BKSDA Temukan Kayu Gelondongan

BKSDA Temukan Kayu Hasil Pembalakan Liar Morowali
Foto: Hasil Temuan Pembalakan Liar Morowali di Cagar Alam (CA) Morowali, Minggu 20 Desember 2020.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Hasil penggrebekan tempat pembalakan Hutan Morowali, BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah temukan tumpukan hasil kayu.

BKSDA yang dipimpin langsung Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Poso, patroli langsung ke Cagar Alam (CA) Morowali, Minggu 20 Desember 2020.

“Kegiatan itu dilakukan setelah beberapa kali mendapat laporan, adanya kegiatan pembalakan hutan,” bunyi rilis BKSDA Sulawesi Tengah, Minggu 20 Desember 2020.

Setelah melakukan penyisiran sepanjang batas alam laut CA Morowali, akhirnya penyisiran yang dilakukan membuahkan hasil.

Baca juga: Pemukiman di Kawasan Rawan Bencana Harus Tingkatkan

Beberapa tempat yang disinyalir sebagai tempat kejadian perkara pembalakan hutan Morowali, didapatkan barang bukti berupa kayu dan camp pelaku.

Tempat itu antara lain Tanjung Bahontobelo, Tanjung Manu-Manu, Tanjung Ambowongi dan Muara Sungai Rano.

Selanjutnya, Kepala SKW II Poso melakukan pemusnahan barang bukti kayu dan pembongkaran camp pelaku pembalakan hutan Morowali.

Pemusnahan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan efek jera buat pelaku pembalakan hutan Morowali khususnya dalam kawasan Cagar Alam.

Sementara itu, Pasal 94 UU nomor 18 Tahun 2013 Tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan menyebut.

Dapat dipidana penjara paling singkat delapan tahun dan paling lama 15 tahun serta pidana denda paling sedikit sepuluh miliar rupiah dan paling banyak seratus miliar rupiah.

Sementara itu jika Korporasi yang menyuruh, mengorganisasi, atau menggerakkan pembalakan liar dan atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf a.

Atau melakukan permufakatan jahat untuk melakukan pembalakan liar dan atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf c.

Atau mendanai pembalakan liar dan atau penggunaan kawasan hutan secara tidak sah, secara langsung atau tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf d.

Atau mengubah status kayu hasil pembalakan liar dan atau hasil penggunaan kawasan hutan secara tidak sah. Seolah-olah menjadi kayu yang sah atau hasil penggunaan kawasan hutan yang sah untuk dijual kepada pihak ketiga, baik di dalam maupun di luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf f.

Dapat dipidana penjara paling singkat sepuluh tahun dan paling lama seumur hidup serta pidana denda paling sedikit dua puluh miliar rupiah dan paling banyak satu triliun rupiah.

Itulah ancaman hukuman bagi pelaku pembalakan hutan Morowali, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Kawasan Hutan Parimo Terancam Rusak

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post