Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat, Tanam Jagung Morowali Utara

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pemanfaatan dari dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, menargetkan tanam jagung di atas lahan seluas 2.000 hektare akan dimulai tahun ini.

Dana KUR berasal dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah atau Bank Sulawesi Tengah dan Bank Nasional Indonesia (BNI).

“Pembudidayaan penanaman jagung secara integrasi dalam program pengembangan komoditas unggulan juga melibatkan pengusaha, perbankan, perusahaan asuransi juga petani dan pemerintah daerah,” ucap Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, pada Jumat 15 Juli 2022, di Kolonodale.

Ia menjelaskan, setiap hektare yang ditanami jagung akan dibiayai dana KUR Rp 14 juta. Dana yang dibagikan antara lain untuk proses budidaya dan biaya hidup para petani peserta program Pajeko.

Baca: Balita Tewas Usai Dititipkan di Penitipan Anak Makassar

Sebagai bagian dari program kerjasama, telah dibuat tiga Nota Kesepahaman (MoU) yaitu yang pertama antara petani dan pengusaha (investor) sebagai off taker, terkait dengan teknis pelaksanaan budidaya komoditi serta pemberian jaminan harga agar tidak menimbulkan kerugian bagi petani.

Kedua, MoU antara off taker dan bank untuk menjamin dan membayar dana KUR, dan MoU ketiga antara off taker dan perusahaan asuransi, yang akan menutup kerugian jika terjadi kegagalan.

“Banyak manfaat bisa diraih melalui kerjasama yang dilakukan ini, yakni dengan memanfaatkan lahan yang tidak terpakai peningkatan produksi dan produktivitas lahan, peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, serta manfaat bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Delis mengatakan, skema pembiayaan seperti itu juga menguntungkan petani, karena petani yang belum memiliki kepemilikan lahan, seperti sertifikat atau hak lainnya, juga dapat memperoleh KUR karena penjamin adalah investor selaku off taker.

Ia menambahkan, Morowali Utara saat ini memiliki 3.800 hektar lahan yang ada untuk pengembangan jagung dengan produktivitas rata-rata empat ton per hektar. Saat ini ada 22.500 hektar lahan potensial yang tersedia untuk budidaya jagung.

Dia mengatakan jika program Pajeko berjalan lancar dengan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) seperti yang diharapkan, produktivitas lahan bisa meningkat tujuh hingga delapan ton. Oleh karena itu, Morowali Utara berpotensi menjadi pemasok jagung utama untuk mewujudkan Sulawesi Tengah menjadi Kawasan Pangan Nusantara (KPN) yang akan mendukung Ibukota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. (*/Ikh)

Baca: Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Majene

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.