2Banner GIF 2021

Pelaku Penjual Obat Covid-19 Tidak Sesuai HET Dibekuk Polisi

Pelaku Penjual Obat Covid-19 Tidak Sesuai HET Dibekuk Polisi
Foto: Pelaku penjual obat-Covid-19 diatas HET.

Berita nasional, gemasulawesi– Kepolisian berhasil membekuk dua pelaku penjual obat Covid-19 Oseltamivir 75 mg, mematok harga empat kali lipat diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Pelaku berinisial MPP ini yang membeli obat dan menjual ke N dengan harga dua kali lipat. Setelah itu N menawarkan ke masyarakat melalui online,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Jumat 9 Juli 2021.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang HET obat dalam masa pandemi Covid-19, Oseltamivir 75 mg dijual dengan harga Rp26 ribu per kapsul.

Artinya, harga per 10 kotak berisi 10 kapsul semestinya dijual dengan harga Rp2,6 juta saja. Namun, para tersangka menjualnya Rp8,5 juta kepada konsumen.

Baca juga: 12,3 Persen Akumulasi Vaksinasi covid-19 Sulawesi Tengah

“Keuntungannya sampai empat kali lipat. Ini orang-orang yang menari-nari di atas penderitaan orang lain. Kami terus menyelidiki, masih banyak yang akan kita ungkap. Kami akan cari dari hilir sampai ke hulu, kami dalami lagi distributor di atas yang main nakal,” tuturnya.

Baca juga: Penanganan Stunting di Sulawesi Tengah Butuh Kerjasama Semua Pihak

Ulah para pelaku penjual obat Covid-19 ini, mengakibatkan jenis obat itu menjadi langka di pasaran. Lantaran diborong untuk meraup keuntungan lebih banyak.

Baca juga: DPRD Tunggu Usulan Pembiayaan PPPK Parigi Moutong

“Obat itu harusnya tersedia di RS dan apotek berizin. Karena dibeli dalam jumlah besar, dijual melalui online, dampaknya tempat seharusnya ada ini jadi enggak ada,” sebutnya.

Baca juga: Penerimaan PPPK di Sigi, Terbanyak Formasi Tenaga Guru

Tidak hanya itu, penjualan obat seperti ini semestinya dilakukan orang yang memiliki keahilan di bidangnya, seperti apoteker. Tujuannya, agar penggunaannya bisa diawasi.

Baca juga: DPRD Parigi Moutong Minta Realisasi Pengembalian Temuan

“Kalau orang beli lewat online dan yang jual bukan yang punya keahlian, bagaimana dosisnya? Makanya UU mengatur nggak boleh dijual oleh orang yang tidak punya keahlian, karena dampaknya pada kesehatan,” sebutnya.

Baca juga: Indonesia Target Perbaikan Peringkat di Olimpiade Tokyo

Atas perbuatannya, kedua pelaku penjual obat Covid-19 dijerat Pasal 107 junto Pasal 29 UU nomor 7 tahun 2014 undang-undag nomor 8 tentang perlindungan konsumen dan UU ITE dengan ancaman hukuman pidana hingga 10 tahun penjara. (***)

Baca juga: Parigi Moutong Ikuti Sosialisasi Inovasi Daerah dan IGA 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post