Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pelaku Penimbun Obat dan Alkes di Jakbar Terancam Hukuman Mati

Pelaku Penimbun Obat dan Alkes di Jakbar Terancam Hukuman Mati
Foto: Illustrasi hukuman pelaku penimbun obat.

Berita nasional, gemasulawesi Warga Tangerang Kota, Jakarta Barat berinisial IF (27) pelaku penimbun obat dan Alkes terancam hukuman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

“Ancaman hukumannya minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau hukuman mati,” ungkap Kapolresta Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu de Fatima di Jakarta Barat, Senin 26 Juli 2021.

IF pelaku penimbunan obat dan Alkes melakukan aksinya menimbun obat dan alat kesehatan, serta menjual dengan harga lebih mahal.

Baca juga: Pelaku Penjual Obat Covid-19 Tidak Sesuai HET Dibekuk Polisi

Ancaman hukuman mati itu diberikan karena IF pelaku penimbunan obat dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999.

Sebelumnya, IF ditangkap pihaknya di Taman Sari, pada tanggal 22 Juli 2021. Awalnya berdasarkan informasi merupakan pengguna narkoba.

Sekitar 15 Juli 2021, tim Satres Narkoba Polres Metro Tangerang Kota memantau pergerakan IF di kediamannya.

“Polisi tidak hanya menemukan paket narkoba jenis sabu-sabu tetapi juga ratusan alat kesehatan dan obat-obatan yang ditimbun pelaku,” ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku menjual satu boks Azithromycin Dihydrate seharga Rp 320.000 atau naik hampir 19 kali lipat dari harga normal sekitar Rp 17.000.

Kemudian, tiap boks Invermax12Ivermectin dijual seharga Rp 550.000 atau meningkat sekitar tujuh kali lipat dari harga normal sekitar Rp 75.000.

“Satu boks obat merek Azithromycin Dihydrate dijual harganya Rp 320.000, normalnya satu boks Rp 17.000,” ujarnya

Baca juga: Rumah Sakit di Bandung Krisis Stok Pasokan Oksigen

Pelaku jual alat kesehatan dengan harga tidak normal

Selain itu, IF juga menimbun serta menjual sejumlah alat kesehatan dengan harga tidak normal.

Beberapa barang ditimbun adalah delapan regulator tabung oksigen, sembilan kotak masker KF94, satu kotak sarung tangan medis, 12 troli tabung oksigen, dan lainnya dengan proses penjualan secara online.

Sebuah regulator tabung normalnya dijual seharga Rp 400 ribu, IF dijual seharga Rp 1,5 juta. Kemudian, satu boks masker dijual seharga Rp 210 ribu, padahal normalnya dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Pelaku juga menjual tabung-tabung karbon dioksida yang dibuat menyerupai tabung oksigen.

Dari hasil pemeriksaan, IF mengecat tabung karbon dioksida yang semula berwarna merah menjadi warna putih agar menyerupai tabung oksigen.

“Tabung ini sebenarnya berwarna merah yang aslinya itu tabung karbon dioksida, malah dijual sebagai tabung oksigen. Ini sudah tidak pada tempatnya,” paparnya

Selain memalsukan tabung oksigen, IF juga menaikkan harga tabung oksigen palsu hingga Rp 4,5 juta. Padahal, harga satu tabung oksigen di pasaran hanya sekitar Rp 500.000.

Selanjutnya, IF telah menjual alat kesehatan dan obat-obatan itu selama setahun terakhir dan meraup keuntungan sekitar Rp 10 juta.

Keuntungan itu kemudian digunakan IF untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (***)

Baca juga: Polisi Grebek Gudang Penimbunan Obat Covid-19 di Jakarta Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post