Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pelaku Pengeroyokan dan Perusak Mobil Patroli Polisi Diancam 9 Tahun Penjara

Pelaku Pengeroyokan dan Perusak Mobil Patroli Polisi Diancam 9 Tahun Penjara
Foto: Illustrasi police line.

Gemasulawesi- Aparat menjerat pelaku pengeroyokan dan perusak mobil patroli polisi di Solo, Jawa Barat dengan ancaman hukuman Sembilan tahun penjara.

“Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Tindak Pidana di Muka Umum secara Bersama-sama Melakukan Kekerasan terhadap Orang dan atau Barang,” ungkap Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo AKBP Gatot Yulianto, Senin 9 Agustus 2021.

Para pelaku pengeroyokan dan perusak mobil patroli polisi berinisial AP alias Galih, KU, ESP, AW alias Agung, LP, AS alias Gendon, dan DS.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa di GBK

Mereka melakukan pemukulan terhadap seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Serengan berinisial B, yang hendak melerai pengeroyokan gerombolan itu terhadap M.

“Polisi datang ke lokasi untuk melerai juga dipukuli dan mobil polisi ditendangi kelompok pelaku mengakibatkan pintu samping kanan rusak,” ujarnya.

Bahkan, sekelompok orang itu juga merusak mobil patroli polisi. Usai kejadian itu, Kepala Polresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak bersama dengan anggota sempat mendatangi lokasi.

Namun, gerombolan pelaku pengeroyokan dan perusak mobil patroli polisi sudah tidak berada di lokasi.

Gatot menuturkan, kejadian berawal dari kecelakaan lalu lintas di depan Gedung Mawar, Jalan Dr. Radjiman.

Kecelakaan itu melibatkan satu unit mobil dan satu sepeda motor. M yang berada di lokasi kejadian, memotret kecelakaan itu.

Baca juga: Sabhara Polres Banggai Amankan Warga Mabuk Konsumsi Miras

Kronologis kejadian

Kelompok pelaku pengeroyokan dan perusak mobil patroli polisi yang mengetahui tindakan M, sempat mengingatkan M agar menghapus fotonya.

Namun, M tidak menggubris permintaan itu dan lalu meninggalkan lokasi. Seketika, kelompok itu mengejar M dan meneriakinya jambret.

“Kelompok pelaku itu mengejar terus memukuli korban bersama-sama di depan Gedung Mawar. Kemudian korban dibawa ke depan SMA Al Islam Jalan Honggowongso dan dipukuli kembali,” terangnya.

Saat pengeroyokan itu, melintaslah B yang waktu itu sedang melakukan patroli. Namun, B yang ingin melerai pengeroyokan dan mengamankan pelaku, malah turut jadi korban. Terduga pelaku ditangkap pada malam hari kejadian.

Bersamaan penangkapan terduga pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dua unit mobil, 12 sepeda motor, dan beberapa pakaian pelaku, serta ponsel. (***)

Baca juga: Kemenkes Minta Vaksinasi Kelompok Rentan Segera Terlaksana di Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post