Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pelaku Pencabulan Siswa SD di Pasuruan Diancam 15 Tahun Penjara

Pelaku Pencabulan Siswa SD di Pasuruan Diancam 15 Tahun Penjara
Foto: Illustrasi pencabulan anak.

Gemasulawesi– MA (31), pelaku penculikan dan pencabulan siswa SD di Pasuruan, Jawa Timur dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan.

“Tersangka dikenakan pasal 82 juncto pasal 76 e UURI/35/2014 tentang perubahan UU RI/23/2002 tentang perlindungan anak. Ia terancam pidana penjara paling lama 15 tahun, paling singkat 3 tahun. Dan denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta,” ungkap Wakapolres Pasuruan Kompol Edith Yuswo Widodo, saat rilis di Mapolres, Senin 2 Agustus 2021.

MA pelaku penculikan dan pencabulan siswa SD di Pasuruan merupakan duda tanpa anak. Dia diketahui telah bercerai dengan istrinya sebulan lalu.

Baca juga: Polres Banggai Ajak Warga Disiplin Prokes

Perceraian dengan istrinya membuat penjaga toko ini tidak bisa melampiaskan hasrat seksual. Dari sanalah muncul niat jahatnya menculik dan mencoba menyetubuhi korban.

“Kenapa suka anak di bawah umur? Masih 11 tahun ini korban?” cecar  Yuswo Widodo kepada tersangka.

“Lihat posturnya tinggi, saya khilaf,” jawab tersangka.

Pelaku penculikan dan pencabulan siswa SD di Pasuruan itu merupakan warga Beji, Pasuruan itu mengaku tidak mengenal korban yang masih kelas 6 SD berusia 11 tahun. Aksi itu dilakukan spontan saat berpapasan dengan korban.

“Tidak kenal. Spontan. Saya minta maaf,” imbuhnya.

Sebelumnya, aksi penculikan anak di Pasuruan terekam CCTV. Rekaman CCTV itu kemudian viral di media sosial.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Manado

Korban sempat diajak ke vila Kawasan Prigen

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan peristiwa pencabulan siswa SD terjadi di Bangil, Kabupaten Pasuruan pada Selasa 27 Juli 2021.

Korban sempat diajak pelaku ke vila di kawasan Prigen. Di sana, korban menerima pelecehan seksual dari pelaku.

“Seperti di video viral, korban dibonceng pelaku menuju daerah Prigen ke sebuah vila. Pelaku lalu mengajak korban ke dalam kamar vila,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo, Minggu, 1 Agustus 2021.

Saat di dalam kamar vila, korban dipegang dan dilepas jilbabnya. Pelaku juga menjambak rambut korban.

Selanjutnya saat pelaku akan mencium, korban menangkis wajah pelaku sambil berteriak dan menangis sehingga pelaku ketakutan.

Pelaku panik dan buru-buru mengajak korban keluar dari kamar vila. Pelaku lalu mengantar korban ke jalan lokasi penculikan.

“Korban mengaku mau dibonceng pelaku karena pelaku bilang ‘ada titipan barang buat mama’. Korban disuruh ikut pelaku dan dibonceng. Tapi ternyata itu modus. Korban diajak ke vila,” tutupnya. (***)

Baca juga: Dua Pelaku Pemalsu Hasil Swab PCR Diancam Empat Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post