Pelaku Pemerkosaan Anak di Maluku Utara Dijerat Pasal Berlapis

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi pemerkosaan anak.

Berita nasional, gemasulawesi– Pelaku pemerkosaan anak dibawah umur di Maluku Utara dijerat pasal berlapis.

“Pelaku Briptu II dijerat menggunakan Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Adip Rojikan saat dikonfirmasi, Rabu 23 Juni 2021.

Ia mengatakan, Briptu II terduga pelaku pemerkosaan anak dijerat pasal berlapis. Mulai dari Pasal 76D, Pasal 76E jo Pasal 80 ayat (1) dan Pasal 81 ayat (1) UU 35/14 tentang Perlindungan Anak.

Saat ini pelaku sudah ditahan dan dijadikan sebagai tersangka. Dia dapat ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Briptu II di Polsek Jailolo Selatan Halmahera Barat, Maluku Utara (Mulut) diduga memperkosa Gadis berusia 16 tahun.

Baca juga: Pemkot Palu Kunjungi BNPB Pusat Bahas Penyaluran Dana Stimulan

Awalnya Briptu II memang diminta keluarga korban juga polisi untuk membantu menemukan korban sedang kemalaman di wilayah Jailolo Selatan.

Namun, saat menemukan korban di sebuah penginapan, Briptu II malah menggiring korban ke Polsek Jailolo Selatan dan menginterogasi korban seolah-olah korban telah berbuat kesalahan.

Baca juga: Tiga Agenda Rapat Paripurna II DPRD Parimo

“Oknum itu membawa ke Polsek, kenapa kamu melarikan diri dari rumah, mau ke mana? Korban ini menjawab saya mau jalan-jalan ke Ternate,” tuturnya.

Upaya Briptu II mengamankan dan menginterogasi korban merupakan akal-akalan pelaku sendiri. Harusnya oknum Polisi itu, hanya membawa korban ke Polsek agar aman.

Baca juga: Gugatan Hasil Pilkada MK, Total Terdaftar 75 Perkara

“Rekayasanya sendiri kali. Lettingnya minta tolong untuk dibantu, tapi begitu korban ketemu dikembangkan lah sama dia,” ujarnya.

Selain mengancam akan memenjarakan korban, Briptu II juga memanfaatkan keunggulan fisiknya untuk meredam perlawanan korban.

Baca juga: 13 Kali Gempa di Maluku Tengah, BMKG: Segera Jauhi Pantai

“Namanya laki-laki kan dengan memaksa dengan kekuatannya,” katanya.

Ia menambahkan, korban diduga sempat berteriak, namun upaya untuk meminta pertolongan itu gagal. Karena Polsek dalam keadaan sepi. Dan personel lainnya telah beristirahat. (***)

Baca juga: 13 Kali Gempa di Maluku Tengah, BMKG: Segera Jauhi Pantai

Baca juga: DPRD Soroti Masalah Ketersediaan Air Bersih di Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.