Senin, Mei 17, 2021
BerandaPaluRektor: Pelaku Pembobolan Situs Untad, Mahasiswa Drop Out

Rektor: Pelaku Pembobolan Situs Untad, Mahasiswa Drop Out

- Advertisement -spot_img

Berita kota palu, gemasulawesi– Rektor Universitas Tadulako Palu menyebut, diduga pelaku pembobolan situs Untad adalah mahasiswa drop out.

“Kemungkinan pelaku pembobolan situs Untad (MYT) diperkirakan dari Program studi (Prodi) Informatika, mahasiswa drop out (tidak selesai),” ungkap Rektor Untad, Prof Dr Ir H Mahfudz, MP, di Kota Palu, Rabu 27 Januari 2021.

Ia mengatakan, pelaku pembobolan situs Untad (MYT) itu sejak dari 2014 beraksi membobol situs Untad, kejadian itu baru terbongkar pada tahun 2020.

Selain MYT, pelaku peretas situs Untad lainnya adalah RH (24). Keduanya, telah melakukan aksinya sejak tahun 2014.

Baca juga: Pelaku Pembobol Website Untad Palu Terancam Pidana 12 Tahun

“Mereka melakukan penipuan dengan cara membuat akun WhatsApp dengan mengatasnamakan Admin Untad,” tuturnya.

Mereka menargetkan orang tua dari anak calon mahasiswa kedokteran. Praktek penipuan ini diketahui setelah ada laporan ke Fakultas Kedokteran Untad.

Modus pelaku dengan mengirimkan pesan kepada calon korban untuk menawarkan jasa pengurusan bagi calon mahasiswa yang masuk di program studi kedokteran.

“Berdasarkan laporan itu, kami menindaklanjuti ini sebagai kasus penipuan ke Polisi,” tuturnya.

Baca juga: 31 Siswa KAT Parimo Lolos Masuk Untad Palu

Menurutnya, sesuai hasil penyidikan dari polisi, kasus tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan orang dalam (Lingkup Untad).

Infonya, dua pelaku peretas situs Untad berhasil ditangkap Cyber Crime Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kasus ini sudah mencoreng nama baik Universitas Tadulako,” tuturnya.

Menggunakan modus Admin Universitas Tadulako atau Untad Kota Palu, pelaku pembobolan situs Untad raup keuntungan miliaran rupiah dari hasil kejahatannya.

Baca jua: Parimo Tanggung Biaya Pendidikan Tinggi 51 Anak KAT

“Penyidik menyita hasil kejahatan mereka hingga mencapai miliaran rupiah, berupa 1 unit mobil Toyota Rush, 1 unit mobil Toyota Calya, 1 unit mobil Suzuki Karimun, 3 lembar sertifikat tanah, 2 buah laptop, 1 lembar kwitansi pembelian rumah di Jalan Merpati senilai Rp 150 juta, uang tunai Rp 240 juta, dan lain-lain,” ungkap Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Afrizal

Dari kedua tersangka pelaku pembobolan situs Untad yang telah ditangkap Polisi itu dijerat pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun penjara.

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.