Pavin Block SIKIM Dibawah Standar

waktu baca 2 menit
Asal Kerja Kanstin beton pengunci pavin block di SIKIM Avulua

Parimo, gemasulawesi.com- Pavin block dibawah standar Diduga digunakan pada proyek di Sentra Industri Kecil Dan Menengah (SIKIM). hal tersebut disinyalir berakibat rugikan daerah ratusan juta rupiah anggaran APBD.

Hal tersebut terungkap dalam penelusuran lebih jauh media ini pada sejumlah pihak yang bertanggungjawab dalam mem PHO pekerjaan pemasangan pavin block.

Informasi yang berhasil dihimpun gemasulawesi.com, pavin yang disyaratkan dalam proyek yang dikerjakan oleh CV Fiesta Mandiri harusnya memiliki kuat tekan beton minimal 300 kg/cm2 (K 300).

Badan Standarisasi Nasional SNI sendiri mengisyaratkan produk pavin bermutu baik minimal K 300. Paramater ini sebagai acuan seberapa kuat kemampuan menahan beban yang melintas diatasnya.

Paving block K 300 memiliki pengertian paving tersebut mampu menopang beban hingga 300 kg untuk setiap centimeter perseginya.

Pavin itu juga harusnya lolos uji kuat lentur beton, agar paving block yang telah dipasang tidak mudah patah serta memiliki tingkat kelenturan baik, jika ditemukan ada paving patah menjadi dua ini disebabkan rendahnya kualitas kuat lentur dari paving.

Baca Juga: “Gagal Konstruksi”, Proyek Paving Block SIKIM Parimo

Paving block baik memiliki tingkat keausan terhadap gesekan kecil, pengujian ini dibutuhkan agar bagian permukaan atas paving block mampu menahan gesekan dari kendaraan yang melintas diatasnya.

Paving block
diduga dikerja tak sesuai spesifikasi dan asal-asalan

Berdasarkan hasil konfirmasi ke pihak PPK proyek tersebut, I Wayan Sumarya dalam RAB pavin yang digunakan harus berstandar K 300.

Namun melihat kondisi pekerjaan dilapangan diyakini pavin dimaksud tidak menggunakan standar K 300.

Penyedia Pavin yang telah menghasilkan standar mutu kualitas K 300 atau sesuai dengan SNI harusnya memiliki sertifikasi.

Namun oleh PPK, pelaksana proyek pemasangan pavin block itu diakui hingga saat ini belum memperlihatkan sertifikasi bukti pavin K 300.

Tidak kooperatifnya pihak pelaksana mengindikasikan lemahnya kontrol pengawasan pihak terkait dalam pelaksanaan pekerjaan.

Sementara itu PPTK proyek pemasangan pavin block Wawan Yulianto saat coba dikonfirmasi mengaku masih berada diluar kota Parigi.

Baca berita sebelumnya: Proyek Paving SIKIM “Bermasalah” Disebut Milik Yanto

Laporan : Muhammad Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.