Minggu, Mei 16, 2021

Bawa Sabu, Polisi Tangkap Pasutri Asal Parigi Moutong

Must read

Berita kota palu, gemasulawesi– Polsek Palu Utara, Sulawesi Tengah, tangkap Pasangan suami istri atau Pasutri asal Parigi Moutong yang bawa sabu.

“Kami amankan Pasutri asal Desa Tinombo, Parimo, yang diduga membawa Narkoba jenis sabu di tasnya,” ungkap Kapolsek Palu Utara, Sulawesi Tengah, Iptu Rustang, Selasa 9 Februari 2021.

Ia mengatakan, Pasutri asal Parigi Moutong sedang bawa 200 paket kecil dan empat paket besar Narkoba jenis sabu, saat operasi Giat Razia Rayonisasi di depan Terminal Induk Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin 8 Februari 2021 malam, pukul 21.00 WITA.

Diketahui, Pasutri asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah itu berinisial MF (25) dan BD (32), warga Desa Tinombo, Kecamatan Tinombo.

Baca juga: Polisi Amankan Dua Pelaku Narkoba di Banggai

Selain Pasutri asal Parigi Moutong, aparat kepolisian juga menemukan dua orang pria berinisial MR (21) dan AG (17) membawa dua paket ukuran sedang yang diduga narkoba jenis sabu. Mereka adalah warga Desa Oti, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Bawa Sabu, Polisi Tangkap Pasutri Asal Parimo
Foto: Polisi Tangkap Pasutri bawa sabu di Kota Palu, Senin malam 8 Februari 2021/Kumparan.

“Kami juga amankan dua orang pria warga Kabupaten Donggala,” ujarnya.

Saat ini barang bukti bersama kendaraan yang dipakai terduga pelaku sudah dilimpahkan ke Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Palu untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah kami kami amankan barang bukti bersama kendaraannya di Polres Palu,” tuturnya.

Diketahui, penyalahgunaan Narkoba diatur dalam Undang-Undang. Diantaranya, Pasal 114, 119 dan 124 UU Narkotika.

Pasal 114 UU Narkotika untuk golongan I diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

Pasal 119 UU Narkotika untuk Golongan II dengan berat narkoba melebihi lima gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum ditambah sepertiga.

Pasal 124 UU Narkotika untuk Golongan III dengan berat melebihi lima gram. Pelaku dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan pidana denda maksimum ditambah sepertiga.

Pasutri asal Parigi Moutong dan dua warga Donggala, Sulawesi Tengah, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Dua Warga Balinggi Parimo Positif Virus Corona

Laporan: Rafiq

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article