Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Passing Grade PPPK non-Guru 2021 Jabatan Fungsional

Passing Grade PPPK non-Guru 2021 buat Jabatan Fungsional
Foto: Pelaksanaan PPPK 2021 di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Gemasulawesi– Partisipan ujian harus capai passing grade PPPK non-Guru jabatan fungsional dalam tes kompetensi serta wawancara.

Dilansir dari Instagram BKN, sebagian kompetensi serta wawancara hendak diujikan kepada partisipan PPPK non-Guru jabatan fungsional meliputi ujian kompetensi teknis, ujian kompetensi sosial kultural, ujian manajerial serta wawancara.

Tipe Kompetensi dalam Ujian PPPK non-Guru Jabatan Fungsional 2021

Baca juga: Puluhan Calon Kepsek Ikuti Diklat Peningkatan Skill Manajerial

  1. Ujian Kompetensi Teknis Ujian kompetensi teknis dicoba buat mengenali pengetahuan, keahlian, serta perilaku. Ada pula modul yang diujikan itu berhubungan dengan formasi yang dilamar.
  2. Ujian Kompetensi Sosial Kultural Ujian kompetensi sosial kultur dicoba buat mengenali pengetahuan, keahlian serta perilaku yang berhubungan dengan interaksi dalam warga meliputi bidang agama, suku, budaya, pengetahuan kebangsaan, etika, nilai- nilai, moral, emosi, serta prinsip. Tidak hanya itu, ujian tersebut pula diarahkan buat menciptakan pekerja dengan kinerja yang optimal dalam kedudukan, guna, serta jabatan.
  3. Ujian Kompetensi Manajerial Ujian kompetensi teknis dicoba buat mengenali pengetahuan, keahlian serta perilaku yang berhubungan dengan organisasi.
  4. Ujian Wawancara Ujian wawancara dicoba buat mengenali integritas serta moralitas yang dipunyai pelamar.

Passing Grade PPPK non-Guru Jabatan Fungsional 2021

Dilansir dari web formal Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negeri serta Reformasi Biokrasi (PANRB), sudah menetapkan ambang batasan nilai wajib dipadati untuk pelamar PPPK non-Guru jabatan fungsional lewat Keputusan Menpanrb No 1128 Tahun 2021.

Ambang batasan nilai pada tiap kompetensi serta wawancara diujikan berbeda- beda. Pada ujian kompetensi teknis, nilai ambang berbeda- beda buat tiap formasinya, mulai dari 203 poin hingga 293 poin.

Secara lengkap menimpa nilai ambang batasan kompetensi teknis bisa dilihat pada Keputusan Menpanrb No 1128 Tahun 2021.

Sedangkan, dalam kompetensi kultural serta manajerial, ambang batasan nilai sebesar 130 poin. Sebaliknya, pada soal wawancara, ambang batasan minimun sebesar 24.

Jumlah segala soal yang wajib dikerjakan pada kompetensi teknis, kultural, serta manajerial, ialah 135 dengan rentang waktu 120 menit.

Sehabis itu, partisipan hendak memperoleh tes wawancara dengan jumlah soal 10 dalam rentang waktu 10 menit.

Ada pula rincian jumlah soal kompetensi meliputi 90 soal kompetensi teknis, 25 soal kompetensi manajerial, serta 20 soal kompetensi kultural.

Bobot dari tiap kompetensi mempunyai nilai yang berbeda-beda. Pada soal kompetensi teknis, yang sukses menanggapi dengan benar hendak memperoleh 5 poin serta bila salah ataupun tidak dikerjakan memperoleh nol poin.

Setelah itu, pada kompetensi manajerial serta wawancara, apabila partisipan bisa menanggapi dengan bener, hingga memperoleh poin berbeda- beda dengan rentang 1-4 serta bila salah hendak memperoleh nol poin.

Sebaliknya, pada kompetensi kultural, apabila partisipan bisa menanggapi dengan benar, hingga memperoleh nilai berbeda- beda dalam rentang 1-5 poin.

PANRB pula membagikan kebijakan berbeda kepada pelamar penyandang disabilitas sensorik netra, ialah dengan terdapatnya bonus waktu pengerjaan sebanyak 165 menit.

Waktu pengerjaan kompetensi sebanyak 150 menit serta ujian wawancara memperoleh 15 menit. (a/**)

Baca juga: Disdikbud Parimo Seleksi Honorer Sesuai Kebutuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post