Update Covid 19 Sulteng Terkini, 70 Pasien Sembuh

Update Covid 19 Sulteng Terkini, 70 Pasien Sembuh
Foto: Update Covid 19 Sulteng 8 Januari 2021.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi- Satgas covid 19 Sulteng merilis data terkini, terdapat tambahan 70 pasien sembuh dari virus corona periode 8 Januari 2021.

Tercatat sudah 2402 pasien sembuh dari covid 19 di Sulteng. Secara keseluruhan, pasien sembuh sebanyak 55,3 persen dari jumlah terkonfirmasi positif covid 19.

Sementara kasus kematian akibat wabah covid 19 berjumlah 120 jiwa.

Data itu menunjukkan angka kematian atau case fatality (CFR) Covid 19 di Sulteng adalah 2,8 persen.

Sulteng juga mencatat 1851 pasien Covid 19 masih dalam perawatan medis.

Baca juga: Update Virus Corona Sulteng, Tambah Satu Kasus Baru

Update Covid 19 Sulteng 8 Januari 2021, bertambah 158 kasus baru. Kota Palu sumbang 43 kasus.

Update terkini, kumulatif positif covid 19 Sulteng sudah mencapai 4373 kasus termasuk tambahan kasus baru hari ini. Atau terakumulasi 0,5 persen dari jumlah terkonfirmasi nasional.

Kasus baru covid 19 tersebar ke tujuh daerah. Diantaranya, Kota Palu 43 kasus, Parigi Moutong 11 orang, Morowali lima orang, Sigi 23 orang, Morut delapan orang, Tolitoli lima orang dan Poso 12 orang.

Pemerintah Siapkan Kode Setiap Dosis Vaksin Covid 19

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya telah menyiapkan kode di setiap dosis vaksin COVID 19 untuk memastikan vaksin disuntikkan ke orang yang tepat.

“Kementerian BUMN menyiapkan sistem. Salah satunya, di vaksin covid 19 itu ada barcode,” ungkap Erick Thohir di Gedung KPK Jakarta, Jumat.

Baca juga: Hari Ini Parigi Moutong Tambah Sembilan Kasus Covid 19

Ia menyampaikan, hal itu seusai pertemuan dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dua pimpinan KPK Alexander Marwata dan Lili Pintauli Siregar, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, serta sejumlah pejabat terkait lain seperti Irjen Kemenkes Murti Utami dan Dirut Bio Farma Honesti Basyir.

Basis data itu, menurut Erick Thohir, juga akan didasarkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di Kementerian Dalam Negeri karena pelaksanaan vaksinasi tidak hanya sekali.

“Tahun depan kan harus divaksin lagi, jadi suka atau tidak suka maka data akan terkumpul. Kami sangat terbuka dan transparan dan kapan lagi punya data sangat transparan. KPK menyambut baik hal ini dan mendampingi program pembentukan satu data walau pemain utamanya tetap Pak Menkes dan Kementerian BUMN mendukung dan juga Mendagri,” tutupnya.

Baca juga: Update Corona Sulawesi Tengah 07 April 2020, Satu PDP Baru dari Buol

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post