Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pasien Covid19 Tewas Terpeleset, Diduga Hendak Kabur

Pasien Covid19 Tewas Terpeleset, Diduga Hendak Kabur Asal Bantul
Foto: Illustrasi pasien covid19 tewas.

Gemasuawesi– Pasien covid19 tewas terpeleset dan ditemukan sudah tidak bernyawa di kolam ikan milik warga. Korban A (41) warga Kapenawon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dirawat Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid19 (RSLKC).  

“Setelah dideteksi, kemungkinan besar analisa kematian pasien bukan karena ada unsur penganiayaan, tapi memang pasien berusaha melarikan diri. Mungkin karena genting licin jadi terpeleset, sehingga dia jatuh ke dalam kolam,” kata Direktur RSLKC Bantul dr Tarsisius Glory, Selasa 3 Agustus 2021.

Pada pagi hari, warga pemilik kolam menemukan pasien A pasien covid19 tewas terpeleset saat akan memberi makan ikan.

Baca juga:  Pemkot Palu Tunggu Pembagian Stok Vaksin dari Pemerintah Pusat

Saksi langsung melaporkan ke Satpam RSLKC dan saat diperiksa petugas kepolisian dari Polsek Bambanglipuro, pihaknya memastikan korban itu adalah pasien A pasien covid19 tewas terpeleset.

“Identitas mayat yang di kolam itu adalah pasien kami yang hilang sejak dini hari tadi,” kata Glory.

Menurut pihak rumah sakit kata Glory, pasien A pergi dari tempat tidurnya pada Selasa 3 Agusutus dini hari, menuju lantai dua pada pukul 02.30 WIB. Lalu pasien tampak mondar-mandir dan mencoba menjebol lubang hepafilter, namun gagal.

Korban mencari cara kabur lewat kamar mandi perempuan 

Setelah itu, A mencari di kamar mandi perempuan yang tidak terpasang kamera CCTV.

“(A) naik ke kamar mandi perempuan, di sana tidak dipasangi CCTV. Di situlah ada jendela ruang konsultasi, karena kaca terbuat dari aluminium pasien (A) keluar lewat sana,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pasien A dirawat karena desaturasi. Saat dirawat saturasi oksigennya sekitar 87 persen. Dan setelah menjalani perawatan metode nebulisasi meningkat 97 persen pada Senin 2 Agustus 2021 malam.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, pasien beberapa kali ingin melepas infus ditangannya.

“Mungkin karena sudah enak lalu dia berencana untuk kabur lagi. Tapi mungkin sampai atas oksigen habis,” kata dia.

Pihak rumah sakit akan mengevaluasi agar kejadian serupa tidak akan terulang kembali.

“Evaluasi sudah dilakukan, seperti pemasangan terali, penyekatan juga sudah dilakukan semua. Dengan ini kita tingkatkan benteng belakang dan memasang galvalum mungkin,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Kabur Lagi, Dua Pasien Positif Covid-19 Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post