Pasang Surut Bisnis Jual Beli Kelapa di Parimo

2
104
Petani Kelapa Tagih Janji Kampanye Samsurizal
ilustrasi (dokumentasi MEDIALOKAL.CO)

Parimo, gemasulawesi.com- Bisnis jual beli kelapa di Kabupaten parigi moutong (Parimo) alami pasang surut harga. Akibatnya, keuntungan yang dihasilkan pun jadi tidak menentu.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang pengusaha jual beli kelapa asal Kelurahan Kampal bernama wahyu. Menurut wahyu, bisnis itu adalah milik kakaknya yang kebetulan dipercayakan dijalankan olehnya selama empat bulan terakhir ini.

“Itu usaha kakak yang tinggal di Surabaya saat ini, saya hanya menjalankan saja,” terangnya saat dikunjungi gemasulawesi.com Minggu, 12 Mei 2019 ditempat usahanya.

Turun naiknya keuntungan bergantung dari jumlah pasokan kelapa yang berhasil dikumpulkannya dari petani kelapa.

Tentu saja kata dia, bergantung dari musim panennya. Terkadang pihaknya hanya bisa mengumpulkan 10 Ton kelapa biji jika belum masuk musim panen kelapa.

“Pendapatan tidak menentu, karena kita bergantung dari banyaknya kelapa yang dikumpulkan,” terangnya.

Selama ini pihak pembeli yang memasok kelapa yang berhasil dikumpulkannya adalah perusahaan berdomisili di Surabaya.

“10 Ton itu kurang lebih berisikan 8000 sampai 9000 biji kelapa, bergantung besar kelapanya,” tuturnya.

Pihaknya, bisa meraup keuntungan besar jika memasuki masa panen, karena kelapa biji bisa dikumpulkan mencapai 20-30 Ton.

Harga yang ditawarkannya kepada petani untuk dibeli berada pada kisaran Rp1300 per kilonya.

“Usaha ini juga bisa digunakan untuk menyerap pekerja lokal, warga yang tinggal disekitar usaha ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Bumdes Bambalemo Kembangkan Usaha Pencetakan Batu Bata

Laporan: Aqil Azizi

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here