Parimo Mesti Manfaatkan Potensi Kawasan Teluk Tomini

waktu baca 2 menit
Foto: Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto Tongani.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Ketua DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebut daerah mesti manfaatkan potensi Kawasan Teluk Tomini.

“Potensi KEK sangat besar, meskipun kebijakan laut ada di pusat dan provinsi,” ungkap Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto Tongani, usai rapat paripurna, Selasa 15 Juni 2021.

Ia mengatakan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) berperan mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pedesaan.

Seharusnya, sebagai pemerintah kabupaten, kota dan provinsi yang terhubung dengan kawasan Teluk Tomini, mengambil peran. Minimal program itu dilaksanakan di Parigi Moutong.

Penerapan Kawasan Teluk Tomini tidak secara seremonial, namun berbentuk implementasi untuk kebijakan investasi di pedesaan.

Baca juga: Disperindag Kembali Wacanakan Relokasi Pedagang Pasar Lama

“Intinya, saya sebagai unsur penyelanggara pemerintah sebagai pemilik kawasan terpanjang Teluk Tomini, merasa malu juga,” tuturnya.

Minimal kata dia, Parigi Moutong mengambil peran untuk itu. Isu strategis telah dikaji UNG untuk membangun kekuatan ekonomi di Kawasan Teluk Tomini dengan KEK berbasis pedesaan.

Langkah mesti dilakukan adalah perlunya kebijakan Pemda Parigi Moutong beserta Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya berencana dengan Komisi II dan III menghadap dengan Gubernur baru, untuk mempertegas atas hasil yang kami ikuti di Gorontalo dan kita minta momen itu kita ambil,” sebutnya.

Baca juga: KemenPAN RB Tetapkan Ratusan Ribu Kebutuhan PNS 2021

Sebab, KEK seperti Kawasan Teluk Tomini bukan hanya berorientasi industri berskala besar, tetapi juga berorientasi sekala perdesaan.

Sebab di desa banyak potensi seperti produk belum dipasarkan di Parigi Moutong yakni Durian Montong terkenal dimana-mana.

“Durian ditanam di desa, kecamatan memiliki Durian Montong, masukan investasi besar disitu. Industri dari Durian Montong, banyak makanan yang bisa kita jual, seperti dodol,” ucapnya.

Ia menambahkan, meskipun industri kecil, namun skala investasinya berkelanjutan, atau secara terus menerus. Sementara pemasarannya, dibutuhkan kelihaian pemerintah kabupaten untuk melakukan itu.

Baca juga:Wabup Parimo: Perencanaan Pembangunan Mesti Sesuai RPJMD(Buka di tab peramban baru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.