Parimo Masuk Zona Menengah Pergerakan Tanah di Sulteng

waktu baca 2 menit
Parimo Masuk Zona Menengah Pergerakan Tanah di Sulteng (Foto: Illustrasi)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumberdaya Alam (ESDM) dalam rilisnya menyebut, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk zona menengah potensi pergerakan tanah atau longsor.

“Parimo wajar masuk zona itu, karena berdasarkan rilis terbaru peta pergerakan tanah, melalui analisa terhadap kondisi,” ungkap Sekretaris daerah Parimo, H Ardi Kadir usai menghadiri rapat paripurna DPRD Parimo, Rabu 30 September 2020.

Ia mengatakan, akan mensosialisasikan kepada warga terkait rilis zona potensi pergerakan tanah di Sulteng.

Kabupaten Parimo lanjut dia, tidak masuk zona tinggi potensi pergeseran tanah seperti di Kota Palu. Namun, ia mengakui, terdapat tiga kecamatan yang dianggap rawan, yakni Torue, Balinggi, dan Sausu.

“Kami akan tetap sosialisasikan hal itu, karena berkaitan dengan peringatan dini terhadap prakiraan suatu bencana, namanya prakiraan, belum tentu terjadi. Tetapi penting untuk waspada,” terangnya.

Dalam rilis itu lanjut dia, Parimo masuk dalam zona menengah prakiraan terjadinya pergerakan tanah atau longsor.

Baca juga: Plt Wali Kota Palu Pasha Ziarah Pemakaman Massal Poboya

Ia meminta, agar para wartawan untuk ikut membantu pemerintah dalam mensosialisasikan peringatan dini itu.

“Melalui informasi itu, warga dapat mengetahui, apa saja yang perlu dilakukan ketika benar-benar terjadi. Paling tidak, mereka sudah dapat menyiapkan langkah-langkah evakuasi mandiri,” terangnya.

Diketahui, Kementerian ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali merilis data terbaru mengenai peta prakiraan gerakan tanah untuk wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) periode Oktober 2020.

Dalam laporannya, PVMBG mengimbau kepada Pemerintah daerah dan warga untuk membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi gerakan tanah atau tanah longsor di bulan Oktober ini.

Selanjutnya, PVMBG juga memaparkan beberapa wilayah Sulteng yang berpotensi menimbulkan gerakan tanah atau tanah longsor antara lain; Banggai, Banggai Kepulauan, Buol, Donggala, Palu, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, Tojo Una-una, dan Toli-toli.

Data ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun (Overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Menurut PVMBG peta ini dirujuk sebagai peringatan dini untuk Pemerintah daerah dan warga. Pemutakhiran peta akan dilakukan setiap bulan.

Baca juga: Rekor Baru, 30 Kasus Harian Positif Corona Sulteng

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.