Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19

Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19
Foto: Parimo Masih Mendata Anak Yatim Korban Covid19

Gemasulawesi– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus merampungkan data anak yatim dan piatu korban Pandemi Covid19, agar segera mendapatkan penanganan.

“Kami masih terus berupaya melakukan perampungan data-data anak ini, agar secepatnya kami laporkan ke pemerintah pusat,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kartikowati saat dihubungi, Selasa, 7 September 2021.

Dia mengakui, menjaring data anak yatim piatu korban Covid19 itu bukan hal yang mudah, sebab melibatkan sejumlah OPD terkait, untuk menghasilkan data akurat.  

Baca juga: DPR RI Setujui Usulan Anggaran Bansos, Risma Diingatkan Perbaiki Data

Pada Dinas Kesehatan setempat kata dia, pihaknya telah diberikan data. Hanya saja, data yang dimiliki adalah data kemarin. Namun, pihaknya tidak bisa mengetahui apakah pasien meninggal dunia itu, memiliki anak usia sekolah 0-18 tahun.

“Dari data itu, kami belum menemukan titik terang data anak korban Covid19, meskipun ada data kematian,” kata dia.

Sehingga, pihaknya membutuhkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk membantu memutahirkan data. Sebab, data kematian dari Dinas Kesehatan itu telah termuat Nomor Induk Kependudukan (NIK) pasien.

Dari NIK itu lanjut dia, pihaknya dapat menelusuri apakah pasien meninggal dunia akibat Covid19 ini, meninggalkan anak atau tidak.

“Jika memang ada anak yang ditinggalkan. Harus dipastikan lagi, usia berapa? Karena kami menyasar anak usia sekolah 0-18 tahun,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Disdukcapil Parigi Moutong, pemutahiran data tengah dilakukan pihaknya. Mereka berjanji, akan segera melaporkan hasil pengecekan melalui NIK pasien yang telah meninggal dunia tersebut.

“Hasil koordinasi kami dengan pihak kementerian, pendataan anak korban Covid19 ini juga dilakukan oleh Dinas Sosial dimasing-masing daerah, berkaitan dengan bantuan sosialnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial, Djakaria membenarkan bahwa sedang melakukan proses pendataan anak itu berdasarkan instruksi Kementerian Sosial.

Pihaknya pun menerima data keseluruhan data pasien Covid19 dari Dinas Kesehatan setempat, sehingga untuk memutahirkan data itu, pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi secara langsung.

Kedala dihadapi saat ini kata dia, keluarga korban Covid19 tidak mau mengakui bahwa salah satu anggotanya meninggal akibat virus itu.

Sehingga, secara otomatis anak-anak yang ditinggalkan tidak dapat diklaim sebagai korban Covid19.

“Makanya kami terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada mereka, agar lebih terbuka soal akibat kematian keluarganya. Supaya anak yang ditinggalkan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Baca juga: Kemensos Siapkan Beasiswa Pendidikan Anak Yatim Korban Covid19

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post