Rabu, April 21, 2021

Parigi Moutong Target Penurunan Stunting Dibawah 10 Persen

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Pemda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menargetkan penurunan stunting dibawah 10 persen.

“Saat ini stunting di Parigi Moutong berada di angka 11,4 persen. Penurunan sebanyak 10 persen ditargetkan 2022 mendatang,” ungkap Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, S.KM., M.Kes usai mengikuti kegiatan rembuk stunting, Kamis 1 April 2021.

Target penurunan stunting kata dia, harus didukung kinerja baik dari berbagai pihak.

Sebagai bentuk komitmen bersama, Pemda saat ini telah membentuk beberapa program dan kegiatan pelaksanaan 2022, dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting.

Baca juga: Tekan Pernikahan Dini, Parimo Gandeng Kemenag dan Pengadilan Agama

“Kalau memang komitmen bekerja dengan baik, otomatis mengalami penurunan angka stunting,” ungkapnya.

Salah satu program komitmen Pemda adalah rembuk stunting. Tujuan kegiatan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan.

Baca juga: 13 Kecamatan Lokus Pelaksanaan Stunting di Satuan Paud

Rembuk stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggungjawab layanan. Serta lembaga non pemerintah dan masyarakat.

Komitmen bersama dibutuhkan, apalagi saat ini Parigi Moutong tercatat sebagai wilayah dengan penanganan stunting terbaik di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Januari 2021, Angka Stunting di Parigi Moutong Turun 11,4 Persen

“Kami bertekad pertahankan predikat itu hingga 2022 mendatang,” tegasnya.

Desa Lokus di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, wajib masukkan program pencegahan stunting dalam perencanaan pembangunan.

Baca juga: Cegah Stunting Wajib Masuk Program Pembangunan Desa Lokus

Ia mengatakan, desa bisa memanfaatkan Musrenbang memasukkan program stunting.

Melalui Musrenbang, desa Lokus dapat menyesuaikan dengan program pencegahan stunting masing-masing perangkat daerah.

Baca juga: Peringatan dini BMKG Palu, Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sulteng

Baca juga: Remaja Curi Alat Elektronik Buat Beli Narkoba di Morowali

Sebagai desa Lokus, Pemdes harus berperan aktif dengan bimbingan sejumlah instansi teknis terkait.

“Mesti maksimal, sebab penetapan desa Lokus stunting itu melalui rangkaian kajian survei dan pemetaan yang dilakukan tim terpadu, termasuk akademisi terlibat,” tutupnya.

Baca juga: Digitalisasi, Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Baca juga: Warga Donggala Temukan Pistol Rakitan di Lokasi Objek Wisata

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -