Parimo Raih Penghargaan Poligon Dari Pemprov Sulteng

Sukses Selesaikan Batas Wilayah Kabupaten

1
89
Parimo Raih Penghargaan Poligon Dari Pemprov Sulteng
Krisdaryadi Ponco Nugroho, Kabag PUM Setda Parimo (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.comKabupaten Parigi moutong (Parimo) sukses raih penghargaan Poligon dari Gubernur Sulawesi tengah (Sulteng).

“Penghargaan diberikan kepada daerah yang telah berhasil menyelesaikan keseluruhan segmen batas administrasi wilayah kabupaten,” ungkap Kepala bagian (Kabag) Pemerintahan Umum (PUM) Sekretariat daerah (Setda) Parimo, Krisdaryadi Ponco Nugroho, di ruang kerjanya, Kamis, 7 November 2019.

Ia mengatakan, Pemda Parigi moutong raih penghargaan Poligon setelah menyelesaikan tujuh segmen batas wilayah dengan kabupaten lain.

Tujuh segmen batas itu antara lain batas Parimo dan Kab.Poso, batas Parimo dan Sigi, batas Parimo dan Kota Palu, batas Parimo dan Kab. Donggala, batas Parimo dan Kab. Toli-Toli, batas Parimo dan Buol serta batas Parimo dan Kab. Pohuwato Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Lima Program Kunci RAD AMPL Pamsimas Parimo

Kabupaten Parimo menerima penghargaan lanjut dia, terkait prestasi menuntaskan seluruh segmen batas daerah yang tidak termuat dalam Peraturan menteri dalam negeri (Permendagri)

“Staf ahli pemerintahan Parimo, Kamiluddin Passau yang mewakili menerima penghargaan Poligon dari Provinsi Sulteng pada 31 Oktober 2019,” jelasnya.

Selain penyelesaian batas wilayah antar kabupaten, PUM Setda Parimo juga memetakan batas wilayah antar desa.

Untuk memetakan batas wilayah administrasi desa, kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Parimo, Pemerintah daerah (Pemda) bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Kegiatan pemetaan batas atau dikenal dengan delineasi wilayah administrasi dilakukan melalui sistem Kartrometrik.

Baca juga: Parimo Dapat Jatah 139 Formasi Guru CPNS 2019

“Kegiatan Delineasi pada hakekatnya bertujuan untuk menciptakan tertib administrasi batas wilayah,” ungkapnya.

Selain itu kata dia, Delineasi menciptakan kepastian hukum batas wilayah suatu daerah yang memenuhi aspek teknis dan yuridis.

Diketahui, program Delineasi BIG RI secara kartometrik memanfaatan teknologi pengindraan resolusi tinggi. Namun, tetap melibatkan peran serta Kades, Lurah dan Camat.

Info dari laman BIG, percepatan penegasan batas wilayah khususnya antara kelurahan haruslah dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penentuan dokumen penetapan batas, pelacakan garis batas, pemasangan pilar disepanjang garis batas, pengukuran dan penentuan posisi pilar batas, serta pembuatan peta garis batas dengan koridor tertentu.

Baca juga: Diskriminasi Tujuh Keluarga Parigimpu’u Penerima PKH Parimo

Laporan: Muhammad Rafii

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan