Parigi Moutong Sudah Membentuk Sekretariat Desk Pilkada Sulawesi Tengah

Parigi Moutong Sudah Membentuk Sekretariat Desk Pilkada Sulawesi Tengah
Illustrasi Pilkada

Parigi moutong, gemasulawesi.comPemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) sudah membentuk sekertariat desk Pilkada Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2020.

Desk Pilgub itu untuk memantau pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2020 yang agenda voting daynya pada bulan September.

Read More

“Tim yang sudah terbentuk itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati untuk keanggotaan dalam desk Pilkada,” ungkap Kepala bagian Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Parigi Moutong, Krisdaryadi Ponco Nugroho di ruang kerjanya, 16 Maret 2020.

Ia mengatakan, keanggotaan desk Pilkada ini melibatkan hampir seluruh OPD lingkup Pemda Parigi Moutong.

Desk Pilkada adalah tim pemantau yang memastikan pemilihan kepala daerah itu bisa berjalan sesuai dengan amanat undang undang. Tugas pemantauan terkait kesiapan Tempat Pemungutan Suara, bagaimana dengan penyaluran dan ketersediaan logistik.

Anggota desk pilkada lanjut dia, juga melaporkan informasi mengenai permasalahan dan perkembangan persiapan dan pelaksanaan Pilkada secara berjenjang dan melaporkannya rutin setiap hari.

“Nanti di hari H voting day, kami melakukan pemantauan bagaimana kondisi wilayah, keamanan, ketertiban, penyelenggaraannya masing masing TPS sampai nanti rekaputulasi suara calon,” tuturmya

Desk Pilkada kata dia, juga mengatur tentang netralitas PNS dalam event lima tahun sekali itu.

Ia menjelaskan, sekretariat Desk Pilkada ada di Bagian Pemerintahan Umum. Terbentuknya keanggotaan Desk Pilkada sudah terbentuk sekitar dua minggu yang lalu. Dan Surat Keputusannya telah ditandatangani Bupati Parigi Moutong.

Sementara itu, pengawasan dan pemantauan Pilkada Sulawesi Tengah tahun 2020 tidak hanya menjadi perhatian Desk Pilkada. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga memberikan atensi besar.

“Sulawesi Tengah ini termasuk daerah yang DKPP perhatikan secara serius, karena ada pemilihan gubernur, bupati, dan walikota, ada sembilan. Jadi diskusi kita di DKPP yang ada pilgub menjadi prioritas pertama,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DKPP, Prof. Muhammad.

Prioritas pertama kata dia, DKPP mengintensifkan sosialisasi dan program berkaitan dengan etika dan perilaku penyelenggara pemilu. Dengan demikian, kualitas Pilkada serentak 2020 jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Harapan DKPP tentu saja kualitas dan hasilnya lebih baik. Baik dari segi teknis maupun pengawasan. Oleh karena itu provinsi yang menggelar pilgub menjadi prioritas kita,” tuturnya.

Muhammad mengajak penyelenggara pemilu di Sulawesi Tengah, baik itu KPU maupun Bawaslu melakukan evaluasi dan mengambil pelajaran dari pemilu-pemilu sebelumnya. Dengan demikian, Sulawesi Tengah bisa menjadi pionir dalam bidang kepemiluan.

“Sebagai bagian dari orang Palu, saya berharap pilgub di Sulawesi Tengah maupun pilwakot dan pilbup di sini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Itu harapan besar saya,” pungkasnya.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Parigi Moutong Menurun

Laporan: Ince Hidayattullah

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.