Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Parigi Moutong Pilih Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Parigi Moutong Pilih Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh
Foto: Illustrasi model belajar jarak jauh.

Gemasulawesi– Meskipun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah diperbolehkan bagi daerah menerapkan PPKM level 3. Namun, Disdikbud Parigi Moutong, Sulawesi Tengah tetap memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Dalam jaringan (Daring).

“Kami tetap masih memberlakukan pembelajaran Daring untuk seluruh satuan pendidikan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Aminuddin saat dihubungi, Sabtu 21 Agustus 2021.

Ia mengatakan, alasan memilih berlakukan pembelajaran jarak jauh karena dikhawatirkan ada peningkatan kasus nantinya.

Baca juga: Status Zona Merah, Parigi Moutong Tunda PTM Terbatas

Menurut dia, instruksi Kemendikbud serta Presiden Jokowi terkait pelaksanaan PTM dapat dilaksanakan dengan berbagai ketentuan. Dan telah disampaikan ke Bupati H Samsurizal Tombolotutu.

Dia menyebut, Bupati meminta pelaksanaan PTM tidak dilakukan ditengah pandemi berkepanjangan saat ini.

Dikhawatirkan, peserta didik akan terpapar virus corona, dan menciptakan klaster penyebaran baru. Sehingga, memilih pembelajaran jarak jauh.

“Petunjuk beliau (Bupati) itu juga menjadi pertimbangan kami untuk tidak melaksanakan PTM,” ujarnya.

Berikutnya, pertimbangan lain memilih pembelajaran jarak jauh adalah vaksinasi terhadap anak atau remaja usia 12-17 tahun juga belum dilaksanakan, akibat keterbatasan vaksin.

Bahkan, ribuan tenaga guru di satuan pendidikan pun belum menerima vaksin.

Meskipun, seluruh sarana dan prasarana di sekolah telah ditunjang dengan kesiapan pelaksanaan PTM dari tahun 2020 kemarin.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Instruksikan PTM Terbatas Ditunda

“Kami tidak mau ambil resiko, karena situasi pandemi sewaktu-waktu berubah,” ujarnya.

Hingga saat ini, seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat Paud, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), masih memberlakukan PJJ secara daring, dengan berbagai metode pembelajaran, serta modul-modul disiapkan sekolah.

Harapannya, orang tua tetap bersabar, dan terus bekerjasama dengan guru di sekolah, dalam proses pembelajaran di masa pandemi. Sebab, peran serta bersama akan berpengaruh pada peningkatan mutu pendidikan.

“Harus tetap menaati protokol kesehatan, agar pandemi ini cepat berlalu. Anak-anak pun akan kembali ke sekolah,” sebutnya.

Dua kali penundaan PTM di Parigi Moutong

Diketahui, penundaan PTM dari Disdikbud sudah dua kali terjadi.

Sebelumnya, PTM dijadwalkan pada bulan Juli kemarin saat tahun ajaran baru dimulai. Namun ditunda hingga bulan Agustus berdasarkan instruksi Gubernur.

Tetapi ketika bulan Agustus tiba, PTM kembali tidak bisa dilaksanakan karena meningkatnya kasus positif covid19 di Parigi Moutong.

Baca juga: Rekomendasi PTM Terbatas Parigi Moutong Belum Keluar

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post