Parigi Moutong Manfaatkan Buah Kelapa Entaskan Stunting

66
Pemda Parigi Moutong Manfaatkan Buah Kelapa Entaskan Stunting
Aksi Pengentasan Stunting- Pemda Parigi Moutong bersama Baznas laksanakan aksi pengentasan stunting di Kecamatan Siniu, Jumat 24 Januari 2020. HumasFoto/Dedi.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Pemda Parigi Moutong (Parimo) entaskan stunting dengan meluncurkan program pemanfaatan buah kelapa. Kegiatan dalam rangka peringati hari gizi nasional, dirangkaikan milad BAZNAS ke-19.

“Saya berharap meningkatnya peran serta masyarakat dan aparat desa. Dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting juga gangguan gizi lainnya,” ungkap Wabup Parigi Moutong, H Badrun Nggai saat peluncuran program pengentasan stunting, di Desa Tandaigi Kecamatan Siniu, Jumat 24 Januari 2020.

Ia melanjutkan, kegiatan ini untuk mencegah dan menurunkan angka penderita stunting. Dan gangguan gizi di Kabupaten Parigi Moutong.

Warga akan diberi pelatihan VCO dan pelatihan pembuatan biskuit blondo. Biskuit blondo bahan bakunya dari sisa sari minyak kelapa. Karena perlu kita ketahui gizinya paling baik untuk pencegahan stunting.

“Pemda Parigi Moutong entaskan stunting dengan terus mendukung berbagai program. Karena selain bergizi, biskuit blondo ini juga menjadi sumber pendapatan. Tujuannya, untuk kesejahteraan warga dalam mengentaskan kemiskinan,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Irfan Syauqi Beik mengatakan. Pencegahan stunting salah satunya dengan mengkonsumsi biskuit blondo dan minyak VCO. Kedua produk itu mengambil bahan baku dan diolah dari kelapa.

Menurutnya, biskuit blondo bisa menjadi salah satu merek untuk produk olahan makanan. Bernilai gizi tinggi dan bisa mensuplai di wilayah lainnya selain Kabupaten Parigi Moutong.

“Jadi di sekeliling kita banyak hal yang bisa dioptimalkan. Bisa membantu masalah gizi. Dan disisi lain bisa menambah penghasilan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemda juga telah konsisten dengan komitmen menurunkan angka stunting. Melalui Bappelitbangda, Rakor asistensi anggaran sudah dilaksanakan dengan Organiasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain peran OPD, Pemda Parigi Moutong juga mengajak mahasiswa KKN STIFA Palu ikut program pencegahan stunting. Melalui sosialisasi kesehatan kepada warga.

“Para mahasiswa dan mahasiswi STIFA yang KKN di Kabupaten Parigi Moutong. Agar turut serta membantu Pemda. Sosialisaikan penggunaan obat yang benar kepada warga,” ungkap Sekretaris daerah (Sekda) Parigi Moutong, H Ardi Kadir, S.Pd., MM.

Seluruh elemen dilibatkan dalam program pengentasan stunting. Dalam beberapa tahun kedepan, diharapkan ada penurunan signifikan. (***)

Baca juga: Investor Jakarta Lirik Komoditi Sarang Burung Walet Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.