2Banner GIF 2021

Parigi Moutong Kembangkan Tiga Kawasan Strategi Pariwisata Nasional

Parigi Moutong Kembangkan Tiga Kawasan Strategi Pariwisata Nasional
Foto: Parigi Moutong Kembangkan Tiga Kawasan Strategi Pariwisata Nasional.

Gemasulawesi  Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah saat ini telah mengembangkan tiga kawasan strategi pariwisata nasional di tiga kecamatan.

“Pada 2019, Kabupaten Tojo Una-Una, Poso, dan Parigi Moutong masuk tiga zona KSPN. Kami telah kembangkan ditiga zona,” ungkap Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Parigi Moutong, Mohammad Rusmin saat ditemui di Parigi, Kamis 7 Oktober 2021.

Dia mengatakan, kawasan strategi pariwisata nasional yang telah dikembangkan itu adalah Sail Tominu, Tugu Khatulistiwa, dan rest area di Salumpengut.

Baca juga: Inggris Buat Aturan Perdagangan Baru dengan Indonesia

Di lokasi itu kata dia, ada beberapa sarana umum dibangun seperti mesjid, kios cindramata, jajanan kuliner, pergola, dan gazebo

“Dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, kami telah membangun fasilitas ditiga kecamatan strategis itu,” ujarnya.

Menurut dia, dalam pengembangan itu pihaknya dibantu oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tingkat kecamatan hingga desa.

Kemudian, untuk pengembangan selanjutnya, dibagi menjadi dua Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP) yaitu Sausu – Kasimbar dan Kasimbar – Moutong.

“Pada monitoring evaluasi lapangan sebagian objek sudah ada pemanfaatannya, sudah ada kunjungan, dan sudah ada atraksi kegiatan” jelasnya.

Dia menuturkan, dalam pengembangan sektor-sektor pariwisata, pihaknya memang belum melakukan promosi dikarenakan dalam dua tahun terakhir mereka masih melakukan penataan.

Menurutnya, untuk menujang keberhasilan itu di perlukan anggaran besar serta dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Tercatat tahun 2016-2020, kunjungan wisatawan mancanegara (WISMAN) mengalami penurunan secara signifikan. Untuk terget 2021, kurang lebih 10.000 jiwa, dengan perencanaan promosi hingga keluar daerah.

“Jadi promosi kami tidak hanya mencakup Parigi Moutong saja, tetapi ada kerjasama nantinya dengan Kalimantan,” kata dia

Tak hanya itu, buklet dan leaflet  juga digunakan untuk menjelaskan kepada pengunjung saat berwisata. Sehingga, bisa menjadi buku panduan agar memberikan informasi lebih jelas kepada wisatawan.

“Apa saja bisa kami lihat, dari sini ke Baturiti jaraknya sekian dan hingga sampai pada objek wisata itu” ucapnya.

Selain itu, sejak tahun 2019-2020, pihaknya belum  melaksanakan event tahunan. Namun, pada tahun 2018 diadakannya Festival Teluk Tomini (FTT) untuk mendukung promosi pariwisata, sehingga nantinya dapat terkenal didalam maupun diluar negri.

“Karena pada saat itu angka  penderita Covid-19 sangat tinggi, jadi kami menunda kegiatan, dan untuk sekarang kegiatan berskala kecil sudah dapat kami lakukan. Meskipun tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Meski Pandemi Corona, Sulteng Tetap Izinkan Objek Wisata Beroperasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post