Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Parigi Moutong Data Anak Yatim Terdampak Pandemi Covid19

Parigi Moutong Data Anak Yatim Terdampak Pandemi Covid19
Foto: Illustrasi anak terdampak pandemi Covid19.

Gemasulawesi- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mulai melakukan pendataan anak yatim terdampak pandemi covid19.

“Pendataan sudah kami mulai dua hari belakangan ini, jumlah anaknya nanti akan kita publis,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kartikowati saat dihubungi, Sabtu 14 Agustus 2021.

Dia menyebutkan, pendataan anak yatim terdampak pandemi covid19 dilakukan pihaknya sesuai instruksi Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Baca juga: KemenPPPA Janji Bantu Asuh Anak Ditinggal Ortu Akibat Covid19

Hal itu dilakukan mengingat meningkatnya penularan kasus covid19 saat ini, juga berdampak pada pengasuhan terhadap anak, karena kehilangan satu atau dua orang tuanya.

Olehnya kata dia, jika di Parigi Moutong terdapat anak yatim terdampak pandemi covid19. Maka pihaknya akan melakukan kunjungan, memberikan pendampingan psikologis, memantau mental anak, dan memastikan pola pengasuhan pasca hilangnya orang tua.

“Jadi kami lebih ke perlindungan kepada anak itu. Berkaitan dengan bantuan, itu memang penting tetapi menjadi wewenang Dinas Sosial,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Satgas Penanganan covid19, Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di 23 kecamatan di Parigi Moutong, untuk menjaring data anak yatim terdampak pandemi covid19.

“Kami sudah melaksanakan rapat dengan pihak terkait, mereka akan membantu terkait penjaringan data itu,” tuturnya.

Baca juga: Pendataan Keluarga 2021, DP3AP2KB Parimo Target Ratusan

KemenPPPA berupaya tangani anak-anak terdampak pandemi covid19

Sebelumnya, KemenPPPA melakukan berbagai upaya dalam menangani anak-anak yang orangtuanya meninggal akibat Covid19.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga menyebutkan, hal ini penting agar dapat melindungi hak anak Indonesia, termasuk mereka yang ditinggalkan orang tuanya akibat pandemi covid19.

Kemen PPPA telah mengirimkan surat edaran kepada 34 pemerintah provinsi terkait penyusunan data terpilah, khusus anak terpisah karena orang tuanya melakukan isolasi mandiri dan/atau meninggal dunia.

Tujuannya, supaya anak-anaknya bisa mendapatkan pendampingan dan dipastikan mendapatkan hak pengasuhannya.

“Hal ini kami lakukan agar Dinas PPPA dapat segera berkoordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun data yang dibutuhkan. Termasuk mengembangkan sistem data berdasarkan laporan dari daerah dan lembaga yang melaksanakan pendataan,” tutup Bintang.

Baca juga: Parimo Kembali Raih Penghargaan KLA Tingkat Pratama

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post