Parigi Moutong Dapat Bantuan Program Kawasan Budidaya Hortikultura

38
Parigi Moutong Dapat Bantuan Program Kawasan Budidaya Hortikultura
Kabid Hortikultura dan perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Dadan Priatna Jaya.

Parigi moutong, gemasulawesi.comKabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendapat bantuan program kawasan budidaya buah dan hortikultura untuk tahun anggaran 2020.

“Ada bantuan dari pemerintah pusat berupa APBN Mandiri untuk kawasan cabe, bawang merah bawang putih dan jeruk manis,” ungkap Kepala bidang (Kabid) Hortikultura dan perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Dadan Priatna Jaya, di ruang kerjanya, Selasa 3 Maret 2020.

Ia mengatakan, khusus bantuan untuk pengembangan kawasan budidaya hortikultura Parigi Moutong komoditas cabe. Pihaknya menyebarnya pada petani di beberapa kecamatan yang sudah memasukan e-proposal pada tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk bantuan pengembangan kawasan bawang merah, ditempatkan di Kecamatan Lambunu, Tinombo dan Palasa.

Sementara untuk bantuan kawasan komoditas cabe, hampir merata di lima kecamatan di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong.

“Untuk kawasan buah, sesuai dengan instruksi dari Kementan, pengembangannya mesti berada dalam satu kawasan kecamatan. Bisa dua kecamatan asal berdekatan kawasannya,” jelasnya.

Kawasan komoditi buah jeruk lanjut dia, pihaknya pusatkan di wilayah selatan Kabupaten Parigi Moutong yaitu di Kecamatan Sausu.

Bantuan program APBN Mandiri itu sejalan dengan visi menopang kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Parigi Moutong.

Kucuran bantuan APBN Mandiri itu merupakan program prioritas untuk Parigi Moutong. Alasannya, masuk dalam agenda Otsus Babe (Bawang dan cabe) Kementan.

“Target Otsus Babe adalah peningkatan produksi dan ekspor. Sesuai instruksi Kementan itu peningkatan produksi tiga kali lipat ekspor,” terangnya.

Visi Otsus Babe itu untuk mendukung “Gratieks” (Gerakan Tiga Kali Ekspor) Mentan. Dan diperkuat dengan gebrakan program “Gedorhorti” dari Dirjen Hortikultura Kementan.

Dengan berbagai gebrakan program itu kata dia, diharapkan mampu menjadikan Parigi Moutong sebagai penunjang bahan pangan dan buah untuk ibu kota baru. Sementara, Sulawesi Tengah terkhusus Parigi Moutong ditetapkan menjadi daerah penyangga.

“Rencananya, pada bulan Maret ini akan identifikasi kembali CPCL, untuk memulai tahapan pelaksanaan program bantuan dari APBN. Harus identifikasi kembali, tujuannya agar data yang dihasilkan lebih akurat,” tutupnya.

Baca juga: DPUPRP Bahas Empat Perda Dengan DPRD Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.