Kontrol Stunting, Parigi Moutong Manfaatkan Aplikasi Simading

waktu baca 3 menit

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Satuan tugas (Satgas) Penanganan Stunting Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memanfaatkan aplikasi Sistem manajemen data stunting (Simading) untuk mengontrol stunting.

“Tim akan menginput hasil pemeriksaan dan pengukuran Bumil, Baduta dan seluruh pelaksanaan program dari seluruh bidan, di wilayah Lokus stunting yang telah dilaksanakan pada Oktober 2020,” ungkap Kabid Sosbud Bappelitbangda Parigi Moutong, Sahid Badja di sekretariat Satgas Penanganan Stunting Parimo, Selasa 27 Oktober 2020.

Setelah seluruhnya selesai terinput kata dia, barulah akan dapat dilihat pemanfaatan data di aplikasi Simading.

Dalam aplikasi Simading akan dapat dilihat jumlah bayi sunting, Bumil serta warga yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan atau NIK sekalipun di Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Baca juga: Parimo Salurkan 1200 Ton Beras untuk KPM PKH

Baca juga: Mendata Bumil dan Baduta, Parimo Susur 278 Desa

“Selain itu, kami juga sementara dalam proses penginputan data penduduk ke aplikasi Simading. Ini adalah tahapan selanjutnya sejak launching beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Seluruh desa kata dia, menginput data penduduknya per satuan kepala keluarga aktif ke dalam aplikasi Simading.

Hingga saat ini, pelaksanaan penginputan belum 100 persen. Namun, pihaknya tetap memantaunya.

Diketahui, aplikasi Simading adalah aksi ke enam penanganan stunting di Parigi Moutong Sulteng yaitu manajemen data.

Baca juga: Parigi Moutong Gelar Pameran Aksi Penurunan Angka Stunting

Aplikasi Simading sejatinya dapat membaca masalah stunting di desa dan cara intervensinya.

Tim Melaksanakan Monev Stunting Akhir di Lokasi Lokus

Tim Gugus Penanganan Stunting Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah (Sulteng) selama lima hari melakukan Monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan program terkait stunting di 47 desa lokus.

“Dinas Kesehatan dan OPD lain Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lapangan. Mereka dibagi ke dalam empat tim,” jelas Sahid.

Baca juga: Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting

Sasaran tim turun ke lapangan adalah untuk melihat program yang sudah dituangkan dalam RPJMD dan RKP di seluruh OPD terkait stunting, sehingga dapat dievaluasi.

Dalam lima hari pelaksanaan Monev itu lanjut dia, tim berfokus pada perangkat desa, bidan desa, kader KPM, Posyandu dan sasaran rumah tangga yang mempunyai Bayi dua tahun (Baduta) dan Ibu hamil (Bumil).

“Keseluruhan sasaran itu telah diintervensi program stunting,” terangnya.

Baca juga: Apa Saja Kiat Kejari Parimo Bangun Zona Integritas

Sehingga, data-data hasil Monev sudah dikumpulkan dan diolah untuk menjadi bahan evauasi pada pertemuan selanjutnya.

“Rencananya, pelaksanaan evaluasi itu akan dilaksanakan pada November 2020. Dengan menghadirkan seluruh OPD yang terlibat dalam Satgas Penanganan Stunting,” tutupnya.

Baca juga: Belum Maksimal, Intervensi Stunting di Daerah Terpencil Parigi Moutong

Baca juga: Pameran Stunting Parigi Moutong, Ini Target Pemda

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.