2Banner GIF 2021

Meski Pandemi Corona, Sulteng Tetap Izinkan Objek Wisata Beroperasi

Meski Pandemi Corona, Sulteng Tetap Izinkan Objek Wisata Beroperasi
Meski Pandemi Corona, Sulteng Tetap Izinkan Objek Wisata Beroperasi (Foto: Illustrasi)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Meski kasus pandemi virus corona di Provinsi Sulawesi Tengah meningkat, Dinas Pariwisata Sulteng tetap mengizinkan objek wisata beroperasi.

“Sejumlah objek wisata dan hotel serta restoran di Sulteng tetap diizinkan beroperasi, dengan mengedepankan protokol kesehatan ditengah pandemi corona,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, di Palu, Jumat 2 Oktober 2020.

Ia mengatakan, pihak pengelola destinasi termasuk para petugasnya wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Begitu pula dengan pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

“Kalau ini dilakukan dengan baik, niscaya tidak akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Bagaimanapun juga sektor pariwisata selama ini menjadi sumber pendapatan daerah di Sulteng,” ujarnya.

Selama masa adaptasi kebiasaan baru kata dia, sektor pariwisata di Sulteng mulai bangkit lagi.

Bahkan, jumlah pengunjung mulai meningkat yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah ini.

Baca juga: Muharram Nurdin Sebut Kasus Sugeng Terkesan Dipaksakan

Sementara itu, Plt Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said minta para pelaku usaha di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu agar mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya harap hal ini benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan secara serius semua pihak, termasuk masyarakat,” kata Sigit Purnomo Said.

Apalagi, mulai 1 Oktober 2020 sudah diberlakukan penerapan disiplin dan penegakan hukum bagi para pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Bukan hanya masyarakat yang wajib mematuhi aturan itu, tetapi juga semua komponen masyarakat, termasuk pelaku usaha,” ujarnya.

Menurut dia, Kota Palu dan beberapa daerah lain di Provinsi Sulteng, termasuk daerah yang terus bertambah kasus Covid-19, sehingga menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Palu.

Oleh karena itu kata dia, salah satu upaya mencegah dan menurunkan. Bahkan memutuskan mata rantai penyebaran virus corona itu dengan menerapkan disiplin dan penindakan atau pemberian sanksi bagi siapa saja yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Dalam hal penegakan hukum, semua pihak termasuk PNS yang melanggar dikenakan sanksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan disiplin dan penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Palu Sulteng, akan dilakukan selama tiga bulan ke depan dengan melibatkan instansi terkait dan didukung TNI/Polri.

Baca juga: Parimo Salurkan 1200 Ton Beras untuk KPM PKH

Laporan: Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post