Pameran Stunting Parigi Moutong, Ini Target Pemda

waktu baca 3 menit
Foto: Tim Pameran Stunting Bappelitbangda Parigi Moutong, GemasulawesiFoto/Rafii)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Pemda Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengadakan pameran stunting.

Pameran stunting merupakan rangkaian dari penilaian yang akan dilakukan tim dari Provinsi Sulteng,” Sekretaris Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan SKM, di ruang kerjanya, Jumat 2 Oktober 2020.

Ia mengatakan, pada tahun 2019 Parigi Moutong mampu meraih predikat kabupaten terinspiratif untuk penanganan stunting.

Baca juga: Parigi Moutong Gelar Pameran Aksi Penurunan Angka Stunting

Target kedepannya, Kabupaten Parigi Moutong semoga mampu meraih predikat terinovatif penanganan stunting pada tahun ini.

“Namun, selain target meraih predikat terbaik, tujuan utama kami adalah menurunkan angka stunting di Parigi Moutong,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari data pada tahun 2017 sebesar 34 persen, tahun 2018 sebanyak 31 persen dan tahun 2019 sudah berada di posisi 21 persen sudah ada penurunan.

Baca juga: Puluhan PAUD di Parimo Penuhi Standar Layanan Cegah Stunting

Maka, pihaknya menargetkan untuk mengenjot upaya persentase stunting semakin turun.

Sementara itu, Kabid Sosbud Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong mengatakan, setiap tahunnya, daerah yang menjadi lokus stunting melaksanakan pameran penilaian untuk menunjukkan update terbaru perkembangan penanganan.

Tahun 2020, ada empat daerah menjadi lokus stunting di Sulteng yaitu Kabupaten Parigi Moutong, Banggai, Sigi dan Morowali.

Rangkaian kegiatan pameran stunting ini merupakan rutinitas setiap tahunnya. Tim panelis yang sudah ditunjuk pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi akan menilai capaian stunting dari setiap daerah.

Baca juga: Meski Masih Pandemi Corona, Sulteng Tetap Izinkan Objek Wisata Beroperasi

Semula, pelaksanaan penilaian stunting selalu diadakan di Ibu Kota Provinsi Sulteng. Namun, karena faktor pandemi virus corona maka kegiatan ini diadakan di setiap kabupaten.

“Khusus untuk Parigi Moutong, kegiatan penilaian atau pameran stunting diadakan pada 7-8 Oktober 2020,” urainya.

Rangkaian penilaian itu diantaranya Pemda Parigi Moutong akan mempresentasikan capaian penanganan stunting di lapangan.

Baca juga: Belum Maksimal, Intervensi Stunting di Daerah Terpencil Parigi Moutong

Berikutnya, Pemda juga akan memamerkan seluruh dokumentasi program penanganan pada pameran nanti.

“Tim panelis nantinya akan mengunjungi salah satu desa lokus stunting terdekat di Parigi Moutong,” jelasnya.

Sehingga, dengan tiga rangkaian itu maka akan menetapkan daerah yang paling terinspiratif dan terinovatif di Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca juga: Kota Palu Raih Predikat WTP dari BPK

Kemudian, anggota tim gugus stunting Parigi Moutong Irdan mengatakan, segala persiapan pelaksanaan pameran sudah dilaksanakan.

“Pelaksanaan pameran stunting akan berbeda dengan tahun 2019. Dimana sekitar 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dua lembaga non pemerintah akan dilibatkan,” jelasnya.

Dua lembaga non pemerintah yang dilibatkan itu adalah Baznas dan lembaga PKK.

Baca juga: Kontrol Stunting, Parigi Moutong Manfaatkan Aplikasi Simading

Sepuluh instansi dan dua lembaga itu kata dia, akan memamerkan yang berkaitan dengan intervensi penanganan stunting di lapangan. Baik itu intervensi spesifik dan lainnya.

“Dalam pameran stunting, akan dibagi kedalam 12 stand,” terangnya.

Dalam pameran itu kata dia, akan tetap memperhatikan disiplin protokol kesehatan, hand sanitizer dan areal cuci tangan sebelum masuk pameran.

Selain itu tambah dia, dalam ruangan pameran akan dibatasi maksimal 50 orang untuk tujuan menjaga jarak.

“Kami juga menggunakan thermo gun untuk memeriksa suhu tubuh pengunjung dan tim penilai,” tutupnya.

Baca juga: Hasil SWAB Akan Diusulkan Menjadi Syarat Masuk Parimo

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.