Palsu, Vaksin Covid 19 Berisi Air Garam

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Vasin Palsu di India.

Berita nasional, gemasulawesi– Pemerintah lokal Mumbai India berhasil mengungkap praktek vaksinasi covid 19 berisi air garam, ribuan orang tertipu disuntik vaksin palsu itu.

Polisi mengatakan rumah sakit mungkin telah menahan botol untuk digunakan dalam skema ilegal, termasuk mengisi ulang botol vaksin kosong dengan air garam.

“Kami telah menangkap semua ikan besar sekarang. Kami akan menangkap lebih banyak lagi jika ada orang lain yang terlibat,” ungkap komisaris gabungan kepolisian, hukum dan ketertiban Mumbai, Vishwas Nangre Patil, dalam konferensi pers, Senin 5 Juli 2021.

Sejauh ini, setidaknya 10 pusat vaksinasi sedang diselidiki dalam penipuan, dan diduga memperoleh sekitar 2.600.000 rupee (US$ 35.000 atau Rp 507 juta) dari suntikan vaksin palsu.

Dua korban, Hiren Mehta dari Mumbai dan istrinya, masing-masing membayar sekitar 1.260 rupee (US$ 23 atau Rp 333.325) untuk apa yang mereka pikir adalah vaksin covid 19, ternyata palsu.

Baca juga: Terkuak Otak Pembunuhan Juragan Emas di Papua

Mereka mengatakan sekarang mereka tidak dapat menerima suntikan tepat, karena mereka menerima sertifikat palsu dari pusat swasta dimasukkan ke dalam database vaksinasi pemerintah.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemalsu Uang di Kota Palu

Polisi sedang menyelidiki apakah vaksin Covid palsu berasal dari rumah sakit, saat pemiliknya sudah ditangkap.

Baca juga: Polisi Tangkap Satu Warga Toili Sulteng Pelaku Penggelapan Kamera

Awal tahun ini, RS Shivam terdaftar sebagai pusat vaksinasi swasta dan menerima izin pemerintah untuk mengimunisasi orang terhadap virus. India Today melaporkan RS telah menerima lebih dari 20.000 botol vaksin Covid 19 dari badan sipil yang mengatur wilayah Mumbai, BMC.

Namun, polisi menduga beberapa dari vaksin Covid 19 mungkin berakhir di tangan scammers.

Baca juga: Sulawesi Tengah Masuk Daftar Kota PPKM Mikro Ketat

AFP melaporkan, mengutip polisi setempat, botol yang disita diberi label palsu sebagai vaksin Astrazeneca Covid, ditempel cap Covishield di India.

Seorang pria yang menyamar sebagai pegawai negeri dengan gelar master di bidang genetika telah ditangkap. Dia diduga telah mendirikan beberapa pusat vaksinasi penipuan di wilayah itu.

Baca juga: Tangkap Sindikat Narkoba Kota Palu, Polisi Amankan 2 Kg Sabu

Para pasien sekarang panik atas kemungkinan efek samping vaksin itu.

Pihak berwenang juga berencana untuk melakukan tes antibodi pada hampir 2.700 calon korban penipuan. Namun, dalam beberapa kasus itu mungkin masih membuat orang tidak terlindungi. (**)

Baca juga: Berikut Cara Terhindar Penipuan Lewat Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.