Pakan Terbatas, Jadi Kendala Pembibitan Kambing PE Majene

Pembibitan Kambing PE UPTD Pembibitan Ternak dan Pakan Pamboang

0
25
Pakan Terbatas, Jadi Kendala Pembibitan Kambing PE Majene
UPTD Pembibitan Kambing PE Majene (Foto: Ist)

Majene, gemasulewesi.comKetersediaan pakan ternak menjadi kendala pembibitan kambing unggulan jenis PE atau Peranakan Etawa Kabupaten Majene.

Menyiasati keterbatasan pakan di tempat pembibitan kambing PE UPTD Majene, pihak UPTD sudah menyalurkan sekitar 40 ekor kambing kepada lebih dari 20 peternak dengan sistem bagi hasil.

“Nanti kalau UPTD sudah mampu menyediakan pakan yang cukup baru kita lakukan penarikan indukan karena itu merupakan aset UPTD,” ungkap kepala UPTD Pembibitan Ternak dan Pakan Pamboang, Majene, Abdul Hafid, dikutip dari Majenekab.go.id beberapa waktu lalu.

Akibat kurangnya pakan, pembibitan kambing unggul jenis PE Kepala Hitam dari Kaligesing di Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, kondisinya cukup miris dan memprihatinkan.

Baca juga: Kode Babe Untuk Samsurizal”, Dalam Pusaran Hutang Pengusaha Hantje Yohanis

Dari 200 kambing bantuan dari Pemprov Sulawesi Barat pada tahun 2017 dari anggaran Kementrian Pertanian, hanya tersisa 60 ekor kambing saja.

Selain faktor utama berupa kekurangan pakan, faktor lain yang menyebabkan kematian kambing yaitu proses transportasi dari Jawa ke Majene memakan waktu yang cukup lama sekitar 2 minggu, sehingga banyak kambing yang stress.

“Perbedaan iklim asal kambing di Jawa yang lebih dingin dibandingkan di Majene yang lebih hangat juga menjadi penyebab kambing stress, ditambah kondisi kambing yang didatangkan kurang sesuai harapan dimana sebagian kambing sudah berusia agak tua,” terangnya.

Kondisi kambing yang sudah tua kata dia, ditandai dengan terlihatnya gigi yang sudah menonjol keluar dari mulut kambing.

Selain itu, UPTD juga membeli pakan dari masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan pakan kambing.

Baca juga: Belum Miliki RTRW, Mamuju Potensi Lepas Status Ibu kota Provinsi Sulawesi Barat

“Lahan yang ada di UPTD tidak mencukupi untuk penyediaan pakan, sehingga kami membeli dari warga sekitar. Disamping itu kami juga mengusahakan penambahan lahan dan sudah ada pembebasan lahan seluas 2 Ha di Monge Are, 5 Km dari sini,” jelasnya.

UPTD Pembibitan Ternak dan Pakan Pamboang mengembangkan pakan ternak bernama Indigofera.

Selain indigofera, beberapa pakan yang dikembangkan di UPTD Pembibitan Ternak dan Pakan Pamboang diantaranya adalah Gamal, Rumput Gajah, dan Rumput Odot.

“Di UPTD juga terdapat fasilitas mesin cacah untuk mencacah pakan kambing sehingga lebih mudah dicampurkan dengan sumber pakan lainnya seperti dedak, dengan dicacah pemberian pakan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien,” tutupnya.(**)

Baca juga: Uji Coba Sirumba, Kemen-PUPR Gandeng Universitas Tadulako Sulawesi Tengah

Tinggalkan Balasan