2Banner GIF 2021

P2TP2A Dampingi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Polisi Parigi Moutong

P2TP2A Dampingi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Polisi Parigi Moutong
Foto: Illustrasi. P2TP2A Dampingi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Polisi Parigi Moutong.

Gemasulawesi– Sebut saja S (20), gadis berparas cantik ini tak pernah menyangka harus menelan pil pahit menjadi korban dugaan pelecehan seksual, akibat termakan bujuk rayu seorang oknum anggota polisi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Korban S yang kerap mengantarkan makanan untuk sang bapak yang menjalani masa penahanan sebagai terdakwa di kantor polisi tempat oknum bertugas, jadi korban dugaan pelecehan seksual oknum polisi yang menjanjikan dapat membebaskan ayahnya dari jeratan hukuman.

“Apabila saya bisa memenuhi keinginannya,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca juga: Pandemi Covid19 Penyebab Kekerasan Seksual Anak Tinggi di Ambon

Berdasarkan pengakuan S, peristiwa itu terjadi beberapa hari yang lalu di salah satu hotel di Parigi sekitar pukul 14.00 WITA.

Dengan sangat terpaksa, dia akhirnya mengiyakan ajakan oknum Polisi demi kebebasan sang ayah. Namun sampai saat ini, ayahnya masih berada di dalam sel tahanan.

Sebelumnya S mengaku, di ajak tidur sang oknum polisi, jika menginginkan uang.

“Saya datang dengan mama, dia bilang dek kalau mau uang, nanti tidur dengan saya,” ungkapnya.

Beberapa Minggu setelah itu, oknum Polisi kembali merayu dirinya lagi, dan berjanji akan membantu membebaskan ayahnya, jika mau menerima ajakan itu.

“Akhirnya saya mau, karena saya pikir ayahku mau keluar. Jadi saya mau. Terus dia kasih uang ke saya, dia bilang, ini untuk mama mu, bukan untuk bayar kau,”kata dia.

Persoalan itu, ternyata telah ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Parigi Moutong. Kasi Perlindungan Hak Anak dan Pemulihan Data, Ni Wayan Yudianti mengatakan, berdasarkan hasi identifikasi pihaknya terhadap korban S, memang benar oknum Polisi meminta ditemani untuk tidur.

“Dengan iming-iming, bapaknya akan dibebarkan kalau dia mau menemani,” tegasnya.

Menurut dia, korban berfikir dengan mengiyakan ajakkan oknum itu dapat membebaskan ayahnya. Kondisi korban saat ini, sangat depresi. Apalagi, oknum Polisi telah mengutus orang utusannya, seakan mengintimidasinya.

“Saat identifikasi kami selesai. Pihak dari Polres Parigi Moutong juga datang untuk meminta keterangan korban, dan keluarga meminta kami mendampingi,” kata dia.

Pihaknya keluarga korban, tidak akan menempuh jalan damai, karena tidak menerima tindakan itu, dan meminta oknum polisi itu untuk dipecat dari jabatannya.

“Sejauh ini kami terus mengikuti perkembangannya. Jika nantinya korban meminta pendampingan kembali, kapanpun kami akan selalu ada. Misalnya persoalan ini akan diperpanjang,” tegasnya. 

Sementara itu, oknum Polisi berinisial ID saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, membantah kebenaran pernyataan S. Bahkan, ia membantah disebut lakukan pelecehan seksual kepada korban.

“Tidak benar itu pak. Memang saya Chat dengan dia, hanya sebatas Chat. Memang ada mesra sedikit. Tapi kalau di bilang ada perbuatan cabul, itu tidak ada,” jelasnya.

Chat mesra antara keduanya menurutnya, kemungkinan diketahui pacar S.

“Di tahu lah kalau tidak salah sama pacarnya, Chat-chat itu, mungkin begitu,”kata dia.

Dia hanya membenarkan kalau dirinya pernah memberi uang kepada S, tetapi bukan di hotel.

“Kalau uang memang betul saya kasih, tapi kejadian bukan di hotel, dia memang minta bantuan,” ujarnya.

Apalagi ketika ditanya soal kebenaran janjinya, agar ayah S akan dibebaskan, pun membantahnya.

“Tidak ada itu, saya tahu ayahnya ini memang saya tangani, tapi sudah tuntutan,” tandasnya.

Baca juga: Faktor Keamanan Kerja Penyebab Rendahnya Laporan Pelecehan

Laporan: Tim Gemasulawesi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post