P2KB Sulawesi Tengah Tekankan Penanganan Stunting di Parigi Moutong

waktu baca 3 menit

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) guna tekankan penanganan stunting di Kabupaten Parigi Moutong.

P2KB Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong menggelar pertemuan Kader Tri Bina di Kantor Bupati Parigi Moutong.

“Dengan tema PENINGKATAN KAPASITAS MITRA DAN ORGANISASI PKK, KADER TRI BINA, PIK-R, TENAGA PENDAMPING KELUARGA UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG,” yang bertempat di Gedung Pertemuan Lantai 2 Kantor Bupati Parigi Moutong, pada Rabu 06 Juli 2022.

Tuty Zarfiana SH MSi, Kepala Dinas P2KB Sulawesi Tengah mengatakan, pertemuan ini tentunya merupakan bentuk kepedulian P2KB Provinsi Sulawesi Tengah dan juga sejalan dengan SK tentang tim percepatan penurunan Stunting.

Baca: Turunkan Stunting, Wali Kota Palu Paparkan Paket Stimulus Stunting

Menurut Zulfiana, berdasarkan hasil survei status gizi tahun 2022, laju penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat tinggi yaitu 29,7 persen dan tertinggi kedelapan dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Khusus untuk Kabupaten Parigi Moutong sebesar 31,7 persen sedangkan target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024.

Zarfiana menambahkan, untuk Provinsi Sulawesi Tengah sendiri, target Pembangunan Jangka Menengah Daerah adalah 11 persen.

“Jadi jika kita melihat kinerja ini, Provinsi Sulawesi Tengah termasuk Kabupaten Parigi Moutong masih jauh dari harapan kita, sehingga diperlukan upaya untuk mempercepat penurunan stunting sesuai dengan harapan kita,” tambahnya.

Zarfiana melanjutkan, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting adalah memperbanyak kegiatan lapangan untuk mengecek kondisi anak-
anak di lokasi stunting, dan juga melakukan berbagai kegiatan pertemuan, seperti yang saat ini sedang berlangsung.

Ia berharap, agar para pemuda dan orang tua yang tergabung dalam kelompok ini dapat menjadi sumber informasi bagi pembinaan keluarga yang berisiko Stunting.

Zarfiana melanjutkan, saat ini P2KB Provinsi Sulawesi Tengah sedang menjalin kerjasama dengan LPTM Universitas Tadulako dan selanjutnya berencana untuk melakukan kerjasama dengan seluruh Universitas yang ada di kota Palu.

“Saya ingin sampaikan bahwa pada tahun 2022 kami berencana untuk mengadakan rapat koordinasi seluruh pengurus P2KB Kabupaten/Kota untuk menyelaraskan persepsi dan program dan kegiatan kami untuk di sinergikan antara kegiatan dan program di Provinsi dengan Kabupaten dan Kota,” katanya.

Bupati Parigi Moutong yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Drs. H. Samin Latandu sekaligus membuka kegiatan ini, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada dinas terkait yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

Samin mengatakan kegiatan ini semata-mata agar terbentuknya komitmen seluruh anggota Tri Bina dan kelompok PIK-R untuk mengurangi stunting serta mengidentifikasi masalah dan solusi untuk mencegah stunting.

Samin melanjutkan, Ada 5 pilar dalam Strategi Nasional untuk mencapai maksud dan tujuan tekankan penanganan stunting stunting sebagaimana diatur dalam Peraturan No 12 Tahun 2021, yakni:

• Meningkatkan komitmen dan visi penyelenggaraan pemerintahan daerah dari pusat hingga pemerintahan desa.

• Peningkatan Komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan Masyarakat.

• Meningkatkan konvergensi intervensi spesifik dan sensitive di kementerian, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Pemerintah desa.

• Meningkatkan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat.

• Penguatan Penembangan Sistem, Data, Informasi, Riset dan Inovasi.

Untuk mencapai hal tersebut, kata Samin, perlu peningkatan komitmen seluruh pengambil kebijakan dan mitra terkait di daerah, pembinaan dan penguatan kader Tri Bina dan Kelompok Pusat Informasi dan Penyuluhan Pemuda (PIK-R) dalam rangka mendukung akselerasi pencegahan Stunting serta mengurangi masalah Kesehatan Reproduksi dan Gizi pada Anak Remaja sebagai Calon Pengantin.

“Jadi diharapkan peran semua OPD tidak hanya satu atau dua OPD saja, tetapi semua OPD terlibat dalam percepatan penurunan stunting,” ucapnya. (*/Ikh)

Baca: Kewirausahaan Berbasis Digital Pengusaha Perempuan di Parigi Moutong

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.