OTT KPK Gubernur Kepri, Kalau Terbukti Nasdem Akan Pecat

0
92
OTT KPK Gubernur Kepri, Kalau Terbukti Nasdem Akan Pecat
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (Alinea.id)

Jakarta, gemasulawesi.comOTT KPK Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Partai NasDem yang menaungi Nurdin akan langsung memecat jika OTT tersebut terbukti.

Hal tersebut diungkapkan Sekjen Nasdem Johnny G Plate, Rabu, 10 Juli 2019. Ia mengatakan, pihaknya sedang mengecek kebenaran beritanya.

“Berapa besar duitnya, apakah dalam Rupiah, apakah dalam mata uang asing, kami belum tahu. Kalau benar, maka pemecatan itu perintah langsung ketua umum kita pecat,” kata Sekjen NasDem Johnny G Plate saat dihubungi.

Johnny mengatakan NasDem tidak menolerir tiga jenis kejahatan yakni korupsi, narkoba dan pelecehan seksual terhadap anak.

Untuk kasus Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Johnny menyebut partai segera mengambil tindakan pemecatan setelah semuanya jelas.

“Ini bukan untuk kasus ini saja. Supaya kader kami yang lain memahami betul bahwa kami tidak main-main, kami sungguh-sungguh menciptakan kader dan kaderisasi yang betul-betul integritasnya terjaga dengan baik,” jelas Johnny.

Diduga uang yang diamankan dari OTT, bukan penerimaan pertama

Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. KPK mengamankan SGD 6.000. Duit itu diduga bukan penerimaan pertama. Nurdin Basirun merupakan Ketua DPW NasDem Kepri.

“Ya (bukan penerimaan pertama),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu, 10 Juli 2019.

Febri mengatakan ada enam orang yang diamankan dalam OTT ini. Dia menyebut OTT ini terkait izin rencana reklamasi.

Hingga saat ini keenam orang itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

KPK menyebut Nurdin Basirun yang diamankan pada OTT ini terkait izin lokasi reklamasi. Ada enam orang yang diamankan. Namun, KPK belum menjelaskan identitas keenam orang itu.

“Terkait izin lokasi rencana reklamasi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Sumber: Detiknews

Tinggalkan Balasan