Kamis, April 15, 2021

Polres Parigi Moutong Tahan Operator Alat Berat Tambang Buranga

Turut Diamankan Empat Excavator dan Tiga Unit Mesin Dompeng

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kasus tambang emas ilegal Buranga terus berlanjut. Kali ini, operator alat berat ditahan di Mako Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Penahanan operator excavator tambang Buranga, JD berdasarkan hasil penyelidikan,” ungkap Kapolres Parigi Moutong, AKBP Andi Batara Purwacaraka, saat menggelar konferensi pers, Jumat 12 Maret 2021.

Kasus tambang emas ilegal Buranga, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang melibatkan operator alat berat, JD. Telah mengakibatkan tujuh orang meninggal tertimbun longsoran tanah.

Ia menyebut, pelaku berinisal JD ini merupakan salah satu operator alat berat. Ia beroperasi di tambang emas ilegal Buranga, Ampibabo, selama pertambangan berlangsung hingga insiden itu terjadi.

baca juga: Tambang Ilegal Buranga Longsor, Diduga Puluhan Orang Tertimbun

“JD ditahan berdasarkan pemeriksaan delapan orang saksi dalam kasus Buranga beberapa waktu lalu,” sebutnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan hasil pemeriksaan terhadap para saksi-saksi itu.

Dan tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain yang akan ditahan, pada kasus tambang emas ilegal Buranga, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Selain operator alat berat, JD.

Pasal yang disangkakan terhadap pelaku operator alat berat dalam kasus tambang emas ilegal Buranga. Yaitu pasal 98 ayat 1 dan ayat 3 undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup. Serta pasal 158 undang-undang 2002 nomor 3 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun

“Sementara untuk proses penyidikannya, akan dilakukan secepat mungkin. Apabila barang buktinya sudah terpenuhi unsur lengkap, maka segera dilakukan pelimpahan tahap satu ke Kejaksaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, di Buranga saat ini sudah dilakukan reklamasi dengan menutup beberapa lubang tambang.

Kepolisian memasang spanduk yang bertuliskan ilegal maning. Serta, memberikan himbauan kepada warga agar tidak melakukan kegiatan pertambangan.

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan tim Laboratoriun Forensik (LABFOR dari Jakarta dan ahli dari Institut Teknologi Bandung atau ITB). Dalam rangka pengambilan sampel di tambang emas ilegal Buranga,” tutupnya.

baca juga: Jenazah Korban Tambang Buranga Bertambah, Total Enam Ditemukan

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img