2Banner GIF 2021

Ratusan Warga Parimo Terjaring Operasi Yustisi Gabungan

Ratusan Warga Parimo Terjaring Operasi Yustisi Gabungan
Foto: Operasi Yustisi Prokes gabungan di Parimo, Sulawesi Tengah, di depan kantor bupati Parimo. Jumat 5 Februari 2021.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Operasi yustisi gabungan menjaring ratusan warga Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang tidak mematuhi Protokol kesehatan (Prokes).

“Mereka terjaring karena tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sekaligus koordinator operasi, Marselinus Artawan, saat operasi yustisi di bundaran depan kantor Bupati Parimo, Jumat 5 Februari 2021.

Ia mengatakan, operasi yustisi gabungan penegakan Prokes ini dilaksanakan bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD.

Operasi yustisi gabungan penegakan Prokes ini merupakan kegiatan awal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk tahun kerja 2021.

Baca juga: Operasi Yustisi Kota Palu, Ratusan Warga Terkena Sanksi

“Jadi, kita awali operasi yustisi ini di bundaran depan kantor Bupati. Nanti, ada jadwal yang sudah kita susun. Minimal dalam sebulan delapan kali pelaksanaan razia masker,” terangnya.

Dalam operasi yustisi penegakan Prokes ini, petugas menghentikan warga atau pengendara yang melintas tidak mengenakan masker.

Mereka yang melanggar Prokes langsung didata dan dijatuhi sanksi fisik, push up. Khusus warga lanjut usia terjaring operasi yustisi gabungan, tidak dikenakan hukuman fisik.

“Kalau warga yang sudah tua tidak mungkin kita paksakan, namun tetap diberi peringatan,” tegasnya.

Selain didata kata dia, pelanggar operasi yustisi gabungan, mendapatkan sosialisasi untuk selalu menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

Ia menjelaskan, para pelanggar yang sudah mendapatkan sanksi dari petugas, diberi masker pelindung covid 19.

Alasan kebanyakan warga yang tidak memakai masker saat terjaring operasi yustisi gabungan, mereka mengaku lupa. Dan menganggap hanya bepergian dalam jarak dekat. Sehingga, merasa tidak perlu memakai masker.

“Selain razia Prokes di jalan, kami berencana melakukan razia masker di tempat-tempat ramai,” tuturnya.

Pusat keramaian di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah seperti pasar, cafe dan lainnya perlu mendapat perhatian petugas dalam operasi yustisi gabungan. Tetapi, terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi terkait Prokes kepada masyarakat.

Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk menggunakan masker masih minim.

“Semoga, dengan pemberian sanksi, kedepan mereka sudah bisa berubah dan taat Prokes dengan baik,” tutupnya.

Baca juga: Gelontoran 1,3 Miliar Rupiah, Tekan Pandemi Covid di Palu

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post