On The Job Learning Calon Kepsek Parigi Moutong, Berikut Jadwalnya

0
46
OJL Calon Kepsek Parigi Moutong, Berikut Jadwalnya
Jadwal OJL- Kepala bidang (Kabid) GTK Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti merencanakan kegiatan On The Job Learning (OJL) calon Kepala sekolah (Kepsek) SD dan SMP, dilaksanakan pada 13 Desember 2019. GemasulawesiFoto/Muhammad Rafii

Parigi moutong, gemasulawesi.comDinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong menjadwalkan On The Job Learning disingkat  OJL, bagian tahapan seleksi calon Kepala sekolah atau Kepsek.

“Rencananya, pada 13 Desember 2019, calon Kepsek Parigi Moutong akan diundang untuk OJL untuk memaparkan hasil yang didapatkan pada Inlearning satu,” ungkap Kepala bidang (Kabid) GTK Disdikbud Parigi Moutong, Senin, 9 Desember 2019.

Ia melanjutkan, tahapan OJL merupakan satu dari serangkaian tahapan seleksi calon Kepsek. Mulai dari tahapan seleksi administrasi, akademik atau substansi.

Setelah lulus Diklat Inlearning satu kata dia, calon Kepsek diberi tugas kembali ke sekolah untuk implementasikan materi yang didapatkan untuk diterapkan disekolah masing-masing dan sekolah tempat magang mereka.

“Inlearning pertama dilaksanakan pada bulan November 2019. Jadi mereka diberi waktu satu bulan sebelum dipanggil mengikuti OJL.

Hasil yang didapatkan ketika menerapkan materi di sekolah lanjut dia, akan dipaparkan pada kegiatan OJL. Baik itu hambatan selama di sekolah masing-masing ataupun sekolah magang.

Selain itu, calon Kepsek juga dituntut untuk mencari solusi yang diambil calon kepala sekolah. Atas dasar itulah bisa dilihat calon Kepsek yang bisa menangani masalah yang muncul disekolah.

“Calon Kepsek juga bisa dinilai dari ide-ide untuk pengembangan dan kemajuan sekolah masing-masing,” terangnya.

Pada saat OJL pertama mentor akan memberikan masukan terkait kendala yang diperoleh, ataupun mencari solusi pada fokus group discussion. Tujuannya, untuk diterapkan kembali ke sekolah masing-masing.

Ia menambahkan, kegiatan OJB kedua, Calon Kepsek akan kembali dipanggil untuk memaparkan best practice dari setiap proses yang dilewati selama ini.

Sebelumnya, puluhan calon Kepsek Parigi moutong ikuti Pendidikan dan pelatihan (Diklat) peningkatan skill manajerial sekolah.

“Totalnya, sebanyak 66 calon Kepsek Parigi Moutong akan mengikuti Diklat In Learning I,” terangnya.

Kegiatan Diklat In Learning I kata dia, merupakan kerjasama antara Disdikbud Parimo, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi tengah (Sulteng).

Ia menuturkan, kegiatan Diklat In Learning I merupakan lanjutan dari kegiatan seleksi secara substansi Calon Kepala sekolah (Kepsek) pada 3 Oktober 2019. Peserta yang telah lulus seleksi itulah yang bisa mengikuti Diklat.

“Materi diklat lebih kepada memberikan edukasi terkait tugas Kepsek sebagai manajerial sekolah. Tugas Kepsek sebagai fungsi pengatur pengelolaan satuan pendidikan,” jelasnya.

Diklat seperti ini lanjut dia lebih dikenal dengan istilah In-On. Jelasnya, materi yang didapatkan dari Diklat In Learning I akan diaplikasikan langsung kedalam praktek pembelajaran di sekolah masing-masing.

Setelah diaplikasikan langsung ke dalam praktek pembelajaran di sekolah, kemudian hasilnya akan dilaporkan kembali pada Diklat In Learning II.

Sementara itu, Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai berharap pada calon Kepsek dapat meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Parimo dimulai dari sekolahnya masing-masing.

“Dengan kualitas Kepsek yang mumpuni tentunya akan lebih mampu mengelola satuan pendidikan, terkhusus pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” tuturnya.

Walaupun tugas sebagai Kepsek cukup berat kata dia, namun tetap senantiasa dijalankan. Sebabnya, profesi guru ataupun Kepsek adalah panggilan mulia untuk memajukan peradaban terutama sekolah ataupun satuan pendidikan di Parimo.

Ia melanjutkan, Diklat In Learning I adalah wadah bagi seorang insan pendidikan untuk menjadi pemimpin yang baik. Bisa bertindak sebagai administrator, supervisor, inovator dan sekaligus motivator.

“Program kegiatan kerjasama tiga lembaga ini adalah upaya untuk memberikan solusi peningkatan kemampuan manajerial dan mampu menjadi titik tolak peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Parimo,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan