2Banner GIF 2021

Ombudsman Akan Temui Polda Koordinasi Kasus Penganiayaan Warga Binaan Lapas

Ombudsman Temui Polda Koordinasi Kasus Penganiayaan Warga Binaan Lapas
Foto: Illustrasi. Ombudsman Temui Polda Koordinasi Kasus Penganiayaan Warga Binaan Lapas.

Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Ombudsman akan berkoordinasi dengan Irwasda Polda Sulawesi Tengah, terkait dugaan kasus kekerasan dan penganiayaan lima warga binaan di Lapas Klas III Parigi.

“Rencananya, akan koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham. Kemungkinan Senin pekan depan,” ungkap Ketua Ombudsman Sulawesi Tengah, Sofyan Farid Lembah saat dihubungi, Sabtu 20 November 2021.

Dia mengatakan, hingga kini penanganan dugaan kasus penganiayaan warga binaan Lapas belum menunjukan perkembangan, sehingga hal itu menjadi salah satu poin penting Ombudsman dalam koordinasi yang dilakukan pihaknya.

Baca juga: Polisi Terus Selidiki Dugaan Penganiayaan Warga Binaan Lapas Parigi

Menurut dia, persoalan itu perlu disampaikan kepada publik. Apalagi, pihak kepolisian telah berjanji akan melakukan penanganan kasus sesuai dengan aturan yang berlaku, dan secara transparan

“Kasus itu terjadi sekitar bulan Oktober kemarin, kami merasa ini harus segera dipastikan, agar masyarakat dapat mengetahui kebenaran sebab dan akibat tindakan kekerasan itu terjadi,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham juga memastikan persoalan yang sama.

Hasil monitoring pihaknya, Kanwil Kemekumham telah menindaklanjuti permintaan Wabin, dengan menindak petugas Lapas Kelas III Parigi yang diduga sebagai pelaku kekerasan, dalam bentuk pembinaan.

“Kasusnya juga masih terus didalami. Kami harapkan tidak ada lagi kasus kekerasan kedepan,” ujarnya.

Dia juga menyoroti temuan Sidak Lapas klas III Parigi atas 20 warga binaan terjaring narkoba.

Ia menyebut, persoalan narkoba adalah masalah paling krusial di Lapas Sulawesi Tengah.

“Kasus sebelumnya, sudah ada tindakan tegas seperti di Lapas Petobo. Sudah ada pemecatan pegawai yang telah ditetapkan tersangka,” kata dia.

Ombudsman Sulteng, selama ini memberi perhatian dalam persoalan disiplin petugas Lapas. Beberapa bulan lalu, kasus Wabin di Lapas Luwuk yang menjadi pengedar narkoba telah ditahan, juga merupakan bentuk bukan saja soal ketidak disiplinan petugas Lapas.

Akan tetapi, sudah merupakan pembenaran di dalam Lapas merupakan tempat aman bagi pengedar narkoba.

“Lapas Luwuk untuk yang satu ini menjadi Lapas dalam zona merah. Ombudsman bukan hanya menekankan perlu perbaikan standard pelayanan, tapi segera mendorong evaluasi tata kelola di Lapas. Perlu ketegasan Kadivre Lapas,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Polisi Periksa Lima Warga Binaan Korban Penganiayaan di Lapas Parigi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post