Oknum TNI Terseret Kasus Jual Beli Amunisi ke KKB Papua

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Berita Hukum, gemasulawesi – Oknum TNI di Kabupaten Intan Jaya, Paua Terseret Kasus Jual Beli Amunisi kepada kelompok separitis teroris atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Terkait hal itu Aparat TNI dan Polri berhasil mengungkap kasus jual beli amunisi yang dilakukan oleh oknum TNI tersebut.

Pengungkapan jual beli amunisi kepada KST ini berawal dari penangkapan baru-baru ini terhadap FS, pelaku penusukan Ustadz Asep di Kecamatan Sugapa Intan Jaya, dan rekannya JS.

Dalam pembunuhan Ustadz Asep, diduga salah satu anggota TNI terlibat kepemilikan amunisi. Hal itu dibenarkan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman.

Ia menuturkan, penangkapan terhadap pelaku FS anggota KST tersebut berlangsung pada Selasa 07 Juni 2022 pukul 07.00 WIB di Desa Bilogai, Distrik Sugapa. Pelaku kemudian diselidiki dan mengaku menerima amunisi Praka AKG.

Baca: Warga Makassar Digegerkan Penemuan 7 Janin Membusuk di Kamar Kost

“Ya, Praka AKG mengaku telah menjual amunisi 10 butir dengan menitipkan kepada JS (OAP) untuk dijual kembali ke FS”, ucapkan Letkol Kav Herman Taryaman, Rabu 08 Juni 2022.

Ia mengatakan, jual beli amunisi oleh oknum anggota TNI itu diketahui setelah perkembangan pemeriksaan FS, yang memperoleh informasi bahwa ia telah membeli 10 butir amunisi peluru dari personel TNI melalui JS seorang warga Papua sebagai perantara.

Kemudian JS dijemput dan kebetulan bersama aparat TNI Praka AKG yang tergabung dalam Satgas Apter Kodim Persiapan Intan Jaya di rumah JS.

Baca: Jenazah Eril Putra Sulung Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat Ditemukan

“Saat diperiksa, JS (OAP) mengaku telah menerima 10 butir amunisi kaliber 5,56 mm dari Oknum TNI Praka AKG yang kemudian dijual ke FS sebanyak dua kali, sehingga total 10 peluru,” ucap Letkol Kav Herman Taryaman.

Ia mengatakan individu anggota Praka AKG akan diperlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan kini telah dibawa ke Polsek Nabire untuk diproses lebih lanjut. (*)

Baca: Disdikbud Parigi Moutong Akui Syarat Pengambilan Ijazah Wajib Vaksin

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.