Oknum Polisi Dibayar 200 Juta Bunuh Pegawai Dishub di Makassar

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Hukum, gemasulawesi – Oknum Polisi Dibayar 200 Juta Bunuh Pegawai Dishub Makassar, rekonstruksi kasus pembunuhan berencana pegawai dishub Makassar tersebut Kembali dilanjutkan dibeberapa titik lokasi, Jumat 20 Mei 2022.

Pada hari kedua, kepolisian Makassar dan kejaksaan melanjutkan rekonstruksi lokasi penembakan di Jl Danau Tanjung Bunga, dekat Masjid Cheng Hoo. Dalam rekonstruksi ini dihadirkan seorang tersangka berinisial CA yang merupakan satu dari oknum polisi dibayar untuk bunuh Pegawai Dishub Makassar.

CA adalah eksekutor yang menembakkan peluru pada jarak sekitar 3 meter dari korban saat mengendarai sepeda motor. Setelah korban tertembak dan terjatuh dari sepeda motor, tersangka CA kemudian mengendarai sepeda motornya dengan sangat cepat.

Sesampai di jembatan Tanggul Patompo, kurang lebih 1km dari lokasi penembakan, tersangka CA melemparkan jaket ojek online Maxim yang dikenakannya ke dalam kanal.

Usai membunuh korban, tersangka CA kembali ke wismanya yang terletak di belakang Markas Brimob Pa’barengbareng. Namun, lokasi rekonstruksi Brimob Pa’barengbareng diganti di Mapolres Tamalate.

Di sana, tersangka CA menyerahkan senjata api ilegal dan sepeda motor yang disiapkan tersangka SL. Kemudian SL menyerahkan kembali uang yang telah disiapkan oleh mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Muhammad Iqbal Asnan (MIA). Seperti diketahui, MIA adalah dalang pembunuhan berencana Najamuddin Sewang.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald T Simanjuntak membenarkan bahwa rekonstruksi dalam kasus ini terdiri dari 28 adegan dengan 8 lokasi.

“Di TKP penembakan ada 4 adegan. Tersangka menyambar korban yang sedang mengendarai sepeda motor, dan langsung menembak dari jarak 3 meter. Tersangka CA menembak dengan tangan kiri saat mengendarai sepeda motor. Korban jatuh setelah ditembak dan tersangka memastikan target tertembak telah meninggal dunia,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, tersangka CA mengikuti korban dari tempat kerjanya. Selain itu, dua petugas polisi yang terlibat dalam pembunuhan itu dibayar Rp 200 juta.

Baca: Pemprov Sulawesi Tengah Himbau Warga Tenang Hadapi Wabah PMK

“Pembayaran atas pembunuhan korban itu Rp 200 juta, namun dicicil. Tapi kedua tersangka SL dan CA sudah menerima Rp 90 juta. Uang yang kita sita sebesar Rp 85 juta sedangkan sisanya sudah digunakan oleh tersangka, sudah siapkan Rp 20 juta untuk menjalankan biaya dengan membeli sepeda motor dan senjata melalui penjualan online,” ucap AKBP Reonald T Simajuntak. (*)

Baca: Vaksinasi Covid-19 Dosis lengkap Jadi Syarat Utama Calon Jamaah Haji

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.