Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Oknum PNS di Bitung Jadi Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR

Oknum PNS di Bitung Jadi Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR
Foto: Illustrasi Pemalsuan Surat Hasil Swab covid19.

Gemasulawesi– Oknum PNS di Bitung, Sulawesi Utara, berinisial HES (41) diduga menjadi pelaku pemalsuan surat hasil Swab PCR. Aksinya diketahui Polisi usai menerima laporan dari pihak pelabuhan Bitung.

“Bermula dari laporan petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung tentang adanya penggunaan surat palsu,” jelas Kepala Kepolisian Resor Bitung AKBP Indrapramana dalam keterangan tertulis, Kamis 29 Juli 2021.

Awal mula pemalsuan surat Swab PCR palsu ini terbongkar pada Sabtu 24 Juli 2021 malam, di Pelabuhan Bitung. Polisi berhasil mendeteksi keberadaan pengguna surat palsu pada Minggu 25 Juli 2021.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Manado

Pengguna surat hasil Swab PCR itu diketahui tinggal di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

“Tim Satreskrim kemudian ke Amurang dan menginterogasi pengguna hasil swab PCR palsu itu. Kemudian diperoleh info perantara pembuatan hasil swab PCR palsu beralamat di Mapanget, Manado,” ungkapnya.

Di hari yang sama, polisi mendatangi perantara, dan langsung diinterogasi. Dari situ pembuat surat hasil Swab PCR palsu diketahui.

Tim kemudian segera melacak keberadaan pelaku pemalsuan surat itu dan akhirnya ditangkap di wilayah Dimembe, Minahasa Utara.

Oknum PNS di Bitung berinisil HES itu diduga terlibat dalam jual beli surat keterangan hasil tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Berdasar pengakuannya, dia sudah melakukan pemalsuan surat itu sebanyak lima kali.

Baca juga: Dua Pelaku Pemalsu Hasil Swab PCR Diancam Empat Tahun

Tarif surat hasil Swab beragam

Pelaku memasang tarif setiap pembuatan hasil Swab PCR, dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 Juta.

“Pelaku memasang tarif setiap pembuatan hasil swab PCR palsu ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 800 ribu hingga 1,5 juta.

Untuk menjalankan bisnisnya, pelaku bermodal laptop dan printer miliknya.

“Tim lalu menuju rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu buah laptop, satu buah printer, satu buah flashdisk, dan satu hasil swab PCR palsu, serta satu asli,” jelasnya.

Pelaku akan beraksi ketika ada pemesan. Pelaku, telah memiliki format file hasil pemeriksaan PCR yang tersimpan di laptop.

“Jika ada yang memesan, pelaku lalu mengubah identitas yang ada dalam format tersebut dengan identitas pemesan atau pengguna. Termasuk mengubah tanggal sesuai penggunaannya,” beber Indrapramana.

Untuk meyakinkan pemesan, pelaku juga selalu meminta kartu tanda penduduk (KTP). Lalu, hasil pemeriksaan dengan rapid test antigen dan juga surat keterangan perjalanan dari desa atau kelurahan. (***)

Baca juga: Sulawesi Tengah Telah Pesan Alat Tes Virus Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post