Oknum LSM Diduga Peras Kepala Desa Majene

Oknum Mencatut Nama Kapolda Sulawesi Barat

0
138
Oknum LSM LP Tipikor Diduga Peras Kepala Desa Majene
Oknum LSM LP Tipikor Pemeras Kades Bababulo Majene (Foto: Ist)

Majene, gemasulawesi.comOknum LSM LP Tipikor diduga memeras salah satu Kepala desa atau Kades di Kabupaten Majene, dengan mencatut nama Kapolda Sulawesi Barat.

“Kades Bababulo Majene, Taufiq merasa tertipu dengan ulah dua oknum LSM LP Tipikor, usai ditahan penyidik Majene pada bulan Agustus 2019,” ungkap Sekdes Bababulo, M Arsyad Aco, di kutip dari Mapos, Rabu, 4 Desember 2019.

Ia menceritakan, penipuan kepada Kades Bababulo bermula dari komunikasi via telepon dari Amriana dan Wawan. Menurut mereka kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan Kades Bababulo beserta bendaharanya, dapat dibantu penyelesaiannya.

Penyelesaian kasus korupsi itu lanjut dia, dapat dimediasi melalui dua oknum LSM LP Tipikor bernama Sofyan dan Ilham Ramli alias Illang alias Lihan kepada Kapolda Sulawesi Barat.

Baca juga: Kemana Muara Puluhan Miliar Dana Pokir DPRD Parigi Moutong?

“Awalnya saya menolak menerima bantuan mereka, namun akhirnya saya bersedia menghubungkan bendahara Desa Bababulo dengan LSM itu,” jelasnya.

Setelah komunikasi terjalin, pertemuan pun berlanjut di rumah Amriana. Dalam pertemuan itu, oknum LSM LP Tipikor mengaku bahwa kasus yang menimpa Desa Bababulo telah mereka sidik.

Ia menerangkan, malam itu mereka meminta untuk menghadirkan Kades Bababulo. Namun, Kades tidak bisa hadir. Dalam setiap pertemuan, mereka selalu membawa laptop dan membuat BAP dengan cara menginterogasi layaknya penyidik.

Kemudian esoknya, Kades sudah bersedia hadir dan bertemu dengan pimpinan LSM LP Tipikor yang bersedia mengurus masalah dugaan tindak pidana korupsi yang tengah dijalani Kades Bababulo.

“Keesokan harinya, oknum LSM LP Tipikor mengajari Kades cara berbicara kepada Kapolda. Karena rencananya, LSM LP Tipikor meminta perlindungan hukum ke Kapolda sehari setelahnya,” ungkap Arsyad Aco.

Namun, rencana ke Kapolda keesokan harinya urung dilaksanakan. Saat itulah, oknum LSM LP Tipikor melalui Syukri menghubungi bendahara desa.

Ia mengatakan, mereka tidak bisa menghadap Kapolda jika tidak menyiapkan uang sebesar Rp200 juta. Akhirnya, permintaan mereka diteruskan kepada Kades Bababulo.

“Kita telah berkoordinasi dengan Kades. Namun, Kades merasa berat menyetujui permintaan mereka yang cukup besar,” katanya.

“Keesokan harinya, Kades menyerahkan semua pengurusan pembayaran kepada perangkat desa. Kami pun berusaha mengumpulkan uang dari hasil urunan warga termasuk bapak saya,” terangnya.

Awalnya, Kades tidak mau menyerahkan uang karena curiga. Tapi oknum LSM LP Tipikor malah marah.

Ingin kasus yang menderanya segera selesai, akhirnya uang diserahkan di salah satu Halte Bus Lutang di Majene.

“Jumlahnya tidak cukup Rp200 juta karena kurang Rp150 ribu,” jelasnya.

Perjalanan berlanjut menemui Kapolda Sulbar di Mamuju dan kala itu, empat orang menghadap termasuk Pak Desa.

Setelah pulang dari pertemuan dengan Kapolda Sulbar di Mamuju, mereka kemudian menghadap Kapolres Majene. Hasilnya, satu minggu kemudian Kades dan bendahara desa ditahan.

“Setelah Kades dan bendahara desa ditahan, tak satupun LSM LP Tipikor bisa dihubungi, baik melalui telepon maupun ditemui dikediamannya di belakang Griya Lembang Permai Majene,” tuturnya.

Sementara itu, kedua terduga pelaku bernama Sofyan dan Ilham alias Illang alias Lihan saat ingin dikonfirmasi, sudah tidak bisa ditemukan. Kuat dugaan keduanya telah melarikan diri.

Sedangkan, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji maupun Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan ketika coba dikofirmasi di Mapolres Majene tidak berada ditempat. (**)

Baca juga: Target Pembangunan 500 Unit Huntap Tahan Gempa Sigi Sulawesi Tengah

Tinggalkan Balasan