Banner Disperindag 2021 (1365x260)

OJK Saran Perbankan Salurkan Kredit Sektor Ekonomi Unggulan

OJK Saran Perbankan Salurkan Kredit Sektor Ekonomi Unggulan
Foto: Illustrasi Kredit pada Sektor Ekonomi Unggulan.

Gemasulawesi– Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, OJK saran Perbankan untuk salurkan kredit sektor ekonomi unggulan.

“Setiap wilayah memiliki keunggulan atau karakteristik perekonomian,” ungkap Otoritas Jasa Keuangan melalui Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam pernyataan tertulisnya, Senin 9 Agustus 2021.

OJK saran Perbankan agar bisa menyalurkan kredit sektor ekonomi unggulan di masing-masing daerah supaya tetap lancar.

Baca juga: OJK Awasi Ratusan Miliar Rupiah Dana Pemulihan Ekonomi Sulteng

Wimboh mencontohkan kredit sektor ekonomi unggulan. Wilayah Jawa unggul di bidang industri pengolahan dan Sumatera unggul hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Sementara contoh kredit sektor ekonomi unggulan bisa didorong yaitu Kalimantan unggul dengan hasil pertambangan dan kehutanan (perkayuan).

Selanjutnya, Maluku dan Papua unggul dengan perikanan. Sulawesi unggul dengan hasil pertambangan (Nikel/Feronikel di Morowali, Kendari) dan perikanan.

Baca juga: Lambat Serapan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional, Ini Dugaan BPK

Bali dan Nusa Tenggara sudah tumbuh positif 3,7 persen (jauh di bawah PDB nasional yang 7,07 persen).

Sehingga, restrukturisasi kredit terdampak covid19 masih menjadi tugas utama perbankan di daerah ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK saran Perbankan terus mendorong pertumbuhan ekonomi di masa PPKM Darurat.

“Terus dorong pertumbuhan ekonomi di masa PPKM Darurat. Perbankan swasta maupun nasional harus bisa memaksimalkan fungsi intermediasi di daerah,” tuturnya.

Perbankan nasional maupun swasta termasuk BPD kata dia, harus jeli serta cermat menganalisis dinamika ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah operasionalnya masing-masing.

Di samping langkah-langkah efisiensi operasional harus terus dilakukan, utamanya melalui transformasi digitalisasi perbankan, tetap saja sumber pendapatan bank adalah dari bunga kredit,” ungkap Wimboh melalui pernyataan tertulisnya, Senin 9 Agustus 2021.

OJK saran Perbankan dengan mengupayakan fungsi intermediasi secara individual bank bisa dilakukan di daerah-daerah menunjukkan pertumbuhan regional (PDRB) positif.

Baca juga: Indonesia Dorong Transformasi Ekonomi Menuju Sektor Produksi

PDB Pulau Jawa tumbuh 7,88 persen

“Mengacu pada data BPS terkini, PDB pulau Jawa mampu tumbuh 7,88 persen (di atas PDB nasional yang 7,07 persen) bisa dijadikan tumpuan penyaluran kredit untuk semua jenis penggunaan,” ucap Wimboh.

Ia menambahkan, hal sama juga bisa dilakukan di Sulawesi yang PDB-nya tumbuh 8,51 persen; Maluku dan Papua 8,75 persen; dan Sumatera 5,27 persen. (**)

Baca juga: Askrindo Beri Jaminan ke 8130 UMKM, Senilai Rp 4,8 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post