Paslon Hidayat-Bartho Urut Satu, Cudi-Ma’mun Urut Dua di Pilgub Sulteng

waktu baca 2 menit
Hidayat-Bartho Urut Satu, Cudi-Ma’mun Urut Dua di Pilgub Sulteng (Foto: KabarSelebes/Pataruddin)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan nomor urut Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang mengikuti kontestasi Pilgub Sulteng 2020.

Dari hasil pengundian itu pada Kamis 24 September 2020 di KPU Sulteng, Paslon Hidayat Lamakarate dan Bartholomeus Tandigala telah ditetapkan dengan nomor urut satu.

Sementara itu, Paslon Rusdi Mastura dan Mamun Amir mendapatkan nomor urut dua di Pilgub Sulteng 2020.

Kegiatan pengundian juga turut dihadiri partai-partai pendukung dari kedua Paslon pengundian nomor urut tersebut namun dengan jumlah peserta yang dibatasi dan menerapkan Protokol Kesehatan.

Diketahui, Paslon Rusdi Mastura-Ma’mun, diusung oleh Partai Nasdem, PKS, PKB, Hanura, Golkar, Garuda, Demokrat, Perindo, PAN dan PPP.

Sementara, Hidayat-Bartho dalam kontestasi Pilkada 2020 ini diusung Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PBB, Berkarya, PSI, PKPII dan Partai Gelora.

Pada pengundian nomor urut itu partai pendukung kedua calon pasangan menandatangani pakta integritas terkait penerapan protokol covid-19.

Dan juga deklarasi Pilkada berintegritas dan damai pada pemilihan serentak 2020.

Paslon Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala menyebut nomor urut satu perlambang angka kemenangan.

Baca juga: Berikut Nomor Urut Paslon Pilwakot Palu 2020

“Insya Allah ini angka kemenangan. Nomor satu bisa diartikan juara,” ungkap Hidayat.

Sementara itu, pasangan Rusdi Mastura-Ma’mun Amir mencabut nomor urut dua. Ia melihat itu sebagai lambang angka kemenangan.

“Kemenangan itu juga dikenal sebagai ‘Victory’. Kami sudah bersiap dengan angka itu,” tutur kata Rusdy Mastura.

Pelaksanaan agenda pengundian nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulteng, diperketat dengan penerapan protokol kesehatan covid-19.

KPU Provinsi Sulteng membatasi jumlah peserta yang hadir di dalam ruangan tempat pelaksanaan kegiatan.

Peserta yang bisa hadir meliputi KPU Provinsi, pasangan calon, Ketua Tim Kampanye, saksi Paslon Bawaslu Provinsi Sulteng dua orang dan lembaga atau instansi terkait dengan tetap mempertimbangkan kapasitas ruangan atau tempat pelaksanaan kegiatan yang memperhitungkan jaga jarak paling kurang satu meter antar peserta.

Seluruh peserta yang hadir wajib mengecek suhu tubuh sebelum dimulainya kegiatan dengan menggunakan alat yang tidak bersentuhan secara fisik.

Ketentuannya, suhu tubuh paling tinggi 37,3 derajat celsius dan menjaga jarak satu meter.

Setiap peserta dan personel yang bertugas dalam rapat pleno mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker yang menutupi hidung, mulut hingga dagu.

Selain itu, sarung tangan diperlukan dan tidak melakukan jabat tangan atau kontak fisik antar peserta.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Jadi Tersangka

Laporan: Aldi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.