Nico Rantung Disebut Memfasilitasi Pertemuan Hantje Dan Bupati Parimo

  • Whatsapp
Nico Rantung Disebut Atur Pertemuan Hantje Dan Bupati Parigi Moutong
Illustrasi Mediasi Hantje vs Bupati parimo gagal

Parimo, gemasulawesi.com Nico Rantung disebut memfasilitasi pertemuan antara pengusaha Hantje Yohanes dan Bupati Parigi moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu.

Nama Nico Rantung terkuak dalam fakta sidang mediasi Pengadilan Negeri (PN) Parigi antara penggugat Hantje Yohanes dan Bupati Parigi moutong, Samsurizal Tombolotutu sebagai tergugat.

Bacaan Lainnya

“Kronologis persoalan ini berawal dari pertemuan Samsurizal Tombolotutu dan Hantje Yohanes di kantor Bupati Parimo yang difasilitasi Nico Rantung,” jelas Sahrudin Ariestal kuasa hukum Samsurizal Tombolotutu beserta tergugat lainnya, dalam sidang mediasi di PN Parigi, Senin, 23 September 2019.

Sebelum pertemuan terjadi kata dia, Hantje menelfon Nico meminta untuk difasilitasi bertemu dengan Bupati Samsurizal.

Dalam pertemuan itu lanjut dia, tidak ada satu pun penyataan dari Bupati untuk meminjam uang atau meminta bantuan kepada Hantje. Melainkan, Hantje sendiri yang menyampaikan kepada Nico Rantung untuk membantu Bupati pada pilkada 2017 silam.

Kemudian, terkait pinjam meminjam itu tidak ada. Namun, yang ada hanya karena bahasa menghargai atas ungkapan cita-cita Bupati untuk membangun Parimo. Sehingga, muncul pernyataan kepada Nico, terkait Hantje akan membantu dan menyumbang untuk Bupati di Pilkada Parimo.

“Pokok persoalan penggugat bukanlah hutang. Melainkan bantuan dan sumbangan penggugat kepada tim pemenangan Samsurizal Tombolotutu pada Pilkada tahun 2017,” dalihnya.

Menurutnya, bahasa hutang hanya mengada-ngada. Bupati tidak pernah sekalipun menyatakan meminjam uang kepada Hantje. Dan bentuk bantuannya, berupa uang dan barang Alat Peraga Kampanye (APK),” jelasnya.

Baca juga: Tolak Tuduhan Terima Sejumlah Dana, Bupati Parimo Ancam Balik Laporkan Pengusaha

Sementara di tempat yang sama, kuasa hukum penggugat, Hartono menjelaskan sesuai dengan gugatan kliennya, tergugat telah melakukan wanprestasi terhadap kliennya.

“Kami akan tetap pada gugatan kami, kami tidak akan membantah atas sanggahan pihak tergugat. Namun, semuanya akan kami buktikan di pengadilan,” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak di Parigi moutong menyoroti kabar pemberian uang dari pengusaha kepada Bupati Parimo. Salah satunya dari penggiat anti korupsi Parimo, Sukri Tjakunu. Sukri pun ikut angkat bicara mengenai kabar yang kuat beredar di tengah-tengah warga Parimo.

“Melihat dari kacamata hukum pidana, jelas itu masuk dalam tindak pidana gratifikasi. Untuk kasus gratifikasi akan kami dorong ke KPK RI,” ungkap Sukri Tjakunu via Whatsapp, Jumat, 6 September 2019.

Ia menjelaskan, pengertian gratifikasi menurut UU nomor 20 tahun 2001 pasal 12B ayat satu adalah pemberian arti luas yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

Sanksinya sangat jelas lanjut dia, yang memberi maupun penerima gratifikasi akan dijerat pasal 12 UU nomor 20 tahun 2001. Pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 Juta dan paling banyak Rp 1 Miliar.

Baca juga: Sukri Sebut Aliran Dana Pengusaha ke Bupati Parimo, Masuk Kategori Dugaan Gratifikasi

Dari informasi sebelumnya, alasan peminjaman uang untuk kepentingan Pilkada dan pengurusan proyek bencana alam di Kementrian. Proses peminjamannya melalui tangan orang dekat Bupati.

Beberapa kontraktor dimintai uang dengan jumlah uang bervariasi. Mulai dari uang ratusan juta hingga miliaran Rupiah. Uang miliaran Rupiah katanya buat bayar partai untuk kepentingan Pilkada. Sedangkan uang ratusan juta Rupiah untuk pengurusan proyek bencana.

Setelah upaya permintaan pengembalian uang tidak digubris, akhirnya pengusaha Hantje Yohanes menggugat Bupati Parimo, sebagaimana tertuang dalam perkara nomor 28/Pdt.G/2019/PN PRG.

Dalam surat panggilan elektronik PN Parigi, Rabu, 3 September 2019, pengadilan resmi mengundang pihak Hantje Yohanes selaku penggugat, untuk berhadapan dengan pihak yang tergugat, yaitu Samsurizal Tombolotutu. Pada sidang perdana, Senin, 9 September 2019.

Diketahui, proses mediasi pertama tidak satupun pihak tergugat maupun penggugat hadir dalam sidang mediasi di PN Parigi. Nampak yang hadir terlihat hanya kuasa hukum tergugat Sahrudin Ariestal serta kuasa hukum penggugat Hartono.

Proses mediasi PN Parigi terhadap pengusaha Hantje Yohanes selaku penggugat dan tergugat Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu mengalami kegagalan.

Proses mediasi atas dugaan hutang senilai Rp 4,9 Miliar dari tuntutan pengusaha Hance Yohanes terhadap Samsurizal Tombolotutu beserta tergugat lainnya akan berlanjut pada 30 September 2019 mendatang.

Baca juga: Sebelum Berseteru Dengan Samsurizal, 2017-2018 Hantje Sempat Kelola Proyek Miliaran

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar