Nelayan Kabupaten Donggala Keluhkan Sulit Surat Izin Melaut

waktu baca 2 menit
Nelayan Donggala (Foto Istimewa)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Nelayan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, keluhkan pembuatan surat izin kapal melaut dan jarak tangkap juga hanya 12 mil, saat ini nelayan di Donggala mengurus izin melaut ke Makassar dan Bitung.

Nelayan Donggala mengakui, tidak hanya dari segi perizinan, mereka kerap terkendala jatah distribusi solar dan infrastruktur pelabuhan yang tidak merata.

Hal itu disampaikan Marwan H. Arsyad, perwakilan nelayan Donggala, rombongan Komisi IV DPR RI yang diketuai Rusdi Masse Mappasessu, saat berkunjung ke UPT Pelabuhan Perikanan Labuan Bajo, Kabupaten Donggala, dimana berlangsung pembicaraan yang melibatkan pemerintah, tokoh masyarakat dan para nelayan setempat, Kamis 14 Juli 2022.

“Kami juga ingin pengurusan izin melaut itu bisa dilakukan di Sulawesi Tengah,” harap Marwan.

Baca: Ratusan Hewan Ternak di Sulawesi Selatan Terpapar Wabah PMK

Ketua Tim Rusdi Masse Mappasessu yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI mengatakan akan menyampaikan aspirasi nelayan Donggala ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dia tidak ingin kehadiran Komisi IV di Donggala sia-sia.

Ia mengatakan, melalui pertemuan ini kami akan menyampaikan aspirasi kelompok nelayan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami tidak ingin pulang dari sini tanpa hasil.

Politisi dari Fraksi NasDem ini mengatakan pada tahun 2023 akan dibangun pelabuhan perikanan donggala dengan anggaran sebesar Rp 14 Miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Moh. Arif Latjuba berharap Sulawesi Tengah diberikan kewenangan agar mempermudah nelayan yang keluhkan izin melaut dengan mempermudah akses izin dan pelayanan bagi nelayan.

Selain keluhkan buat surat izin kapal melaut, Arif juga menyinggung kebutuhan solar untuk para nelayan. Dia mengatakan, kebutuhan solar nelayan Donggala 120.000 ton per bulan. Namun yang tersedia hanya 40 ton per bulan.

“Di sini Donggala, banyak jerigen hanya digunakan untuk bermain sepak bola karena tidak ada isinya. Akhirnya banyak kapal nelayan yang terparkir karena tidak ada solar,” ucap Arif. (*/Ikh)

Baca: Kedapatan Bawa Sabu, Oknum ASN Gorontalo Ditangkap Polisi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.