2Banner GIF 2021

Nelayan Hina Polri dan Bendera Merah Putih di Aceh Terancam Lima Tahun Penjara

Nelayan Hina Polri dan Bendera Merah Putih di Aceh Terancam Lima Tahun Penjara
Foto: Illustrasi. Nelayan Hina Polri dan Bendera Merah Putih di Aceh Terancam Lima Tahun Penjara

Gemasulawesi Nelayan berinisial MU (20) di Aceh Selatan terancam pidana hukuman penjara paling lama lima tahun penjara, karena diduga menghina institusi Polri dan bendera Merah Putih melalui aplikasi media sosial TikTok.

“Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara, dapat dipidana penjara paling lama lima tahun,” ungkap Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy saat dikonfirmasi, Jumat 17 September 2021.

Menurut dia, ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara, karena tersangka telah melanggar Pasal 24 huruf a Undang-undang nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dan Pasal 207 KUHP.

Baca juga: Pelaku Hina Profesi Wartawan, Dijerat UU ITE

Tersangka MU kata dia, ditangkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Aceh Selatan pada Selasa 14 September. Penangkapan dilakukan usai konten TikToknya terlacak patroli siber kepolisian pada sekitar pukul 13.30 WIB.

Dia mengatakan, nelayan itu membuat video TikTok bermuatan unsur penghinaan terhadap institusi Polri dan bendera Merah Putih karena merasa kesal dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Diketahui, MU ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka usai video yang diunggahnya ke TikTok menjadi viral.

“Yang bersangkutan juga dongkol dengan pemerintah atas kebijakan Prokes,” kata dia.

Dia juga menyebut, selama ini MU merasa tidak terima dengan razia dan penindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terkait dengan penggunaan masker di kawasan Aceh.

Dia menjelaskan, tersangka MU juga pernah terkena razia protokol kesehatan yang dilaksanakan pemerintah setempat.

“Yang bersangkutan tidak mau memakai masker,” ujarnya.

Oleh sebab itu, tersangka MU membuat sebuah video berisi penghinaan kepada polisi dari atas sebuah kapal yang melaju di perairan. Ia pum membawa bendera Merah Putih dan mengatakan akan menginjaknya.

Diketahui, kasus penghinaan terhadap bendera Merah Putih juga pernah terjadi di Aceh, pada awal tahun 2021.

Penghinaan itu juga terekam dalam sebuah video dan beredar di TikTok, yang memperlihatkan seorang pria membakar bendera merah putih.

Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan seorang pemuda memegang botol berisi bahan bakar minyak, berdiri di dekat bendera merah putih yang berkibar di sebuah tiang kecil. Pria tersebut diketahui warga negara Indonesia yang tinggal di Malaysia. (***)

Baca juga: Durasi Video Tik Tok Bertambah Jadi Tiga Menit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post