Nasdem Usung Ganjar, Surya Paloh Tak Ingin PDIP-Nasdem Renggang

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Politik, gemasulawesi – Nasdem usung Ganjar Pranowo menjadi salah satu kandidat Calon Presiden (Capres) 2024, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memastikan akan tetap menjaga hubungan baik dengan PDIP.

Hal itu menyusul keputusan Nasdem yang usung kader PDI-P Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) Nasdem dalam rapat kerja nasional (Rakernas) pekan lalu.

“Itu akan saya usahakan, bagaimanapun komunikasi harus tetap baik-baik saja,” ucap Surya, Kamis 23 Juni 2022, dikutip dari salah satu acara tv swasta.

Dia mengaku tidak ingin rencana pengusungan tersebut membuat hubungan Nasdem dan PDI-P retak.

Baca: Kecelakaan Bus di Tasikmalaya, Tiga Orang Penumpang Meninggal Dunia

Diketahui kalau kedua partai tersebut, telah memiliki hubungan dan kerja sama yang baik selama ini.

“Saya harap tidak (renggang). sayangsebenarnya, maksudnya kenapa sayang, modal perjuangannya cukup lama, silaturahimnya cukup lama, kenapa harus berakhir (dengan) salah paham,” jelasnya.

Dia menegaskan, sejak awal tidak ada niat mengusungkan Ganjar. Namun, dia menilai Ganjar merupakan sosok yang memiliki potensial sebagai calon presiden.

Ia mengatakan, Ganjar Pranowo bagus menurut Nasdem, sebenarnya dia datang sebagai kader PDI-P, sahabatnya Nasdem di koalisi pemerintahan.

“Kalau Mas Ganjar menolak (calon capres), itu masalah lain, kami menghormati itu, tapi niat baik kita, menurut saya (dalam) niat baik, ada spontanitas, ada keinginan kita untuk melihat (ganjar), itu sebenarnya bagus banget,” ungkapnya.

Surya menilai, seorang calon pemimpin bangsa yang memiliki potensial mestinya bebas diusung oleh partai politik manapun.

Ia menjelaskan, kemampuan untuk melakukan yang terbaik demi kemajuan bangsa ini di luar kepentingan institusi, partai-partai, kita harus mengarah ke sana agar bangsa ini bisa maju.

Ganjar dikabarkan diusungkan sebagai calon presiden oleh Partai Nasdem bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Tak satu pun dari ketiga kandidat tersebut merupakan kader Partai Nasdem.

Sementara itu, Partai Nasdem setelah menentukan calon presiden yang akan diusungnya, telah mempertimbangkan untuk berkoalisi dengan dua partai politik, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Namun, komunikasi itu belum menghasilkan kesepakatan untuk membentuk koalisi dalam Pemilu 2024. (*Ikh)

Baca: Razia Prostitusi Online, 6 Pasangan Digerebek Dikamar Hotel Makassar

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.