Polda Sebut Pintu Masuk Narkoba ke Sulteng Bervariasi

waktu baca 2 menit
Foto: Pemusnahan Sabu di Mako Polda Sulteng, Ist.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyebut pintu masuk narkoba ke Provinsi Sulteng bervariasi.

“Tingginya kasus narkoba di Sulteng, karena faktor geografis dan banyak pintu masuk yang bisa dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dari barang haram ini,” ungkap AKBP P Sembiring, Subdit 3 Ditresnarkoba saat mewakili Dirnarkoba Polda Sulteng melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu di Mako Polda Sulteng baru, di Kota Palu, Senin 16 November 2020.

Ia mengatakan, penuntasan kasus narkoba bukan hal yang mudah. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, pintu masuk bisa dari darat dan laut.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan Provinsi Sulteng merupakan sasaran pasar dan daerah transit narkoba paling strategis karena dapat dijangkau dari berbagai penjuru.

Baca juga: Polda Musnahkan Barang Bukti Sabu Hasil Operasi Reserse Narkoba

Baca juga: Narkoba Jenis Sabu 8,5 Kg Berasal dari Dua Kasus Berbeda

“Sulteng menjadi daerah pasar dan transit narkoba, karena wilayahnya bisa dijangkau dengan mudah dari semua daerah,” tuturnya.

Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama memerangi peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Tengah baik aparat penegak hukum maupun masyarakat untuk berupaya bersama-sama mencegah peredaran narkoba di wilayah itu.

Dia mengatakan narkoba sangat merugikan siapa saja yang menjadi korbannya, khususnya merugikan generasi bangsa.

Ia menambahkan, orang yang kena narkoba sulit akan sembuh, otaknya rusak, dia tidak bisa lagi akan berpikir dengan baik.

Baca juga: Kota Palu Masih Berlakukan Buka Tutup Pintu Masuk

“Kami menjaga jangan terjadi peredaran narkoba di wilayah kita ini. Agar, generasi dapat tumbuh dengan baik dan membawa negeri kami lebih baik,” tuturnya.

Pada kegiatan pemusnahan di Mako Polda Sulteng, AKBP P Sembiring mengatakan sabu hasil operasi Reserse Narkoba seberat 8,5 kilogram itu, merupakan barang bukti dari empat tersangka.

Baca juga: Kota Palu Berlakukan Buka Tutup Jalan Cegah Penyebaran Corona

“Pertama, sabu seberat kurang lebih 7,6 kilogram disita dari tersangka S (34) dan U (46), di mana S sebelumnya dinyatakan meninggal dunia pada 25 Oktober 2020, dan kedua sabu-sabu seberat 0,9 kilogram disita dari tersangka R alias V,” jelasnya.

Ia mengatakan, sabu hasil operasi Reserse Narkoba yang dimusnahkan itu dari dua kasus yang ditangani Polda Sulteng belum lama ini.

Baca juga: Polres Parimo Amankan 128 Paket Narkoba

Baca juga: Kota Palu Kembali Berlakukan Buka Tutup Jalan

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.