Polres Parimo Amankan 128 Paket Narkoba

waktu baca 2 menit
Foto: Polres Parimo Merilis Kasus Narkoba di Mako Polres Parimo, Jumat 25 September 2020.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kepolisian Reserse Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) amankan 128 paket Narkoba selama kurun waktu sembilan bulan penanganan kasus.

“Kami menahan sembilan orang, satu di antaranya perempuan yang diduga sebagai pelaku pengedar dan pengguna narkoba,” ungkap Kapolres Parigi Moutong AKBP Andi Batara Purwacaraka di Mako Polres Parimo, Jumat 26 September 2020.

Ia mengatakan, sekitar ratusan paket narkoba jenis sabu milik sembilan tersangka itu disita.

Dari 128 paket narkoba yang berhasil kami diamankan itu lanjut dia, 75 paket di antaranya milik satu orang tersangka berasal dari Kecamatan Moutong.

“Barang bukti Narkoba jenis sabu yang disita Polres Parimo sebanyak 128 paket dengan berat bruto 27,23 gram disita bersama satu buah bong, tiga potong pipet, satu buah kaca pirex, dua buah korek api gas dan satu buah jarum suntik,” urainya.

Ia mengatakan, pengembangan kasus ini di Kecamatan Moutong yang merupakan wilayah peredaran narkoba tertinggi. Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir tiga kasus narkoba.

Berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan tersangka kasus itu lanjut dia, alur peredaran barang haram di Kabupaten Parimo dipasok dari Kota Palu.

Baca juga: Kejari Poso Sulteng Selidiki Aliran Dana Covid-19

“Kami mendalami kasus itu dengan berkoordinasi dengan Polres Palu termasuk Direktorat Narkoba Polda Sulteng untuk pengembangan lebih lanjut guna membongkar jaringan gembong narkoba di wilayah hukum Parigi Moutong,” jelasnya.

Ia juga meminta dukungan warga apabila melihat, mendengar atau pun mengetahui agar segera menginformasikan kepada pihak yang berwajib

Pada prinsipnya, untuk kerahasiaan pemberi informasi terkait Narkoba di sekitar lingkungan warga pasti dilindungi.

“Sembilan tersangka yang diamankan dengan lokasi kejadian perkara berbeda di empat wilayah yakni Kecamatan Kasimbar, Ampibabo, Moutong dan Kota Parigi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Parimo AKP Massiara mengatakan, para tersangka itu akan dijerat Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana lima sampai 20 tahun penjara, dan denda Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.

Ia juga menjelaskan, dalam sembilan bulan terakhir atau sejak Januari sampai dengan September 2020, penanganan perkara narkoba di Parigi Moutong sekitar 32 kasus.

“Dari 32 perkara, 14 kasus masih dalam tahap penyidikan dan 18 lainnya sudah P-21 atau berkas perkara dinyatakan lengkap untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Parigi Moutong,” tutup Kepala Satuan Narkoba Polres Parimo.

Baca juga: Puluhan Ribu KK di Sulteng Dapatkan Program BSPS

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.