Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Napi Jadi Otak Peredaran 12,6 Kg Sabu di Lapas Bontang

Napi Jadi Otak Peredaran 12,6 Kg Sabu di Lapas Bontang
Foto: Illustrasi Napi penyalahgunaan Sabu.

Gemasulawesi- Seorang Napi jadi otak peredaran 12,6 Kg Narkotika di Lapas Bontang, Kalimantan Utara. Diduga sindikat narkoba jaringan internasional.

“Napi itu berinisial DK (47) inilah pemilik sekaligus pengendali barang itu, padahal masa hukumannya tinggal 6 bulan lagi bebas. DK saat ini masih menjalani sisa hukuman kasus lamanya. Dia tentu akan terlibat dalam proses hukum kasus barunya,’’ ungkap Dir Narkoba Polda Kaltara Kombes Pol Agus Yulianto, Senin 9 Agustus 2021.

Pengakuan DK Napi jadi otak peredaran 12,6 Kg Narkotika di Lapas Bontang, barang haram itu diperoleh dari rekannya bernama RC yang langsung ditetapkan polisi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca juga: Terkuak Otak Pembunuhan Juragan Emas di Papua

‘’Ada kemungkinan barang dari Malaysia dan kemungkinan mereka ini jaringan internasional. Kita masih lakukan pengembangan,’’ tuturnya.

Kasus Napi jadi otak peredaran 12,6 Kg Narkotika di Lapas Bontang itu terungkap, berawal dari penggerebekan dua tersangka SY dan JE dari dalam mobil Toyota Innova. Saat itu ada di lokasi parkiran Hotel GA Tanjung Selor, 1 Agustus 2021 sekitar pukul 16.00 wita.

“Kita temukan lima tas berisi 100 bungkus sabu sabu seberat 126,6 kilogram dalam penggerebekan itu,” sebutnya.

Keduanya mengaku, narkoba akan dibawa ke Kutai Timur dan Bontang Kalimantan Timur.

Selanjutnya, unit narkoba melakukan bayar di tempat (cash on delivery atau COD). Sampai kemudian polisi kembali berhasil mengamankan dua orang tersangka lain bernama AJ dan RE di Kota Sangatta Kutai Timur. Keduanya berperan sebagai penerima narkoba.

“Tidak berhenti sampai di sana, kami melanjutkan penelusuran sampai tujuan akhir. Ternyata barang itu dipesan DK,” jelasnya.

Total ada lima tersangka diamankan pihaknya yakni, SY (42), JE (38), AJ (27), RE (41), dan DK (47) merupakan pemesan dan tujuan akhir dari barang haram.

Baca juga: Polisi Gagalkan Pengiriman Sabu dari Sumut ke Jakarta

Polisi juga temukan barang bukti lain

Selain barang bukti 126,6 kilogram sabu, polisi juga mengamankan lima tas besar warna hitam, uang tunai Rp1 juta, kartu ATM BRI, enam unit ponsel, satu unit mobil Toyota Innova dengan nomor polisi KU 1735 AD beserta STNK atas nama Ester Moming dan kunci mobil.

Satu unit sepeda motor Verza warna merah dengan nomor polisi KT 6357 JG, satu unit sepeda motor Satria FU warna putih dengan nomor polisi KT 5874 RQ, dan satu unit sepeda motor Supra Fit warna hitam dengan Nomor Polisi KT 6425 RL.

Polisi menyangkakan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika kepada Napi jadi otak peredaran 12,6 Kg Narkotika di Lapas Bontang.

“Pelaku dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun dan paling lama seumur hidup atau hukuman mati,’’ tutupnya. (***)

Baca juga: Polisi Bekuk Napi Tamping Pengedar Sabu di Lapas Kelas II B Luwuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post